IPCC Perluas Investor Saham di Pontianak

  • Share

LOGISTIKNEWS.ID – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) gelar kegiatan Bincang-Bincang dan Site Visit Emiten bersama para investor pasar modal wilayah Kalimantan Barat dengan menggandeng PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) sebagai penyelenggara acara.

Agenda rutin Bincang-Bincang Emiten IPCC yang bertempat di Hotel Golden Tulip Pontianak tersebut, menghadirkan Direktur Utama IPCC, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Kalimantan Barat, serta General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak.

“Kami mengapresiasi IPCC atas kegiatan ini karena berpotensi menciptakan investor baru dan menjadi edukasi bagi investor yang sudah memiliki saham IPCC sebelumnya. Edukasi terkait investasi seperti ini adalah hal yang penting dan perlu secara rutin dilakukan karena berdampak baik bagi perusahaan maupun investor. Mengingat wilayah Kalimantan Barat merupakan wilayah dengan transaksi terbesar jika dibandingkan dengan wilayah Kalimantan lainnya” Ujar Taufan Febiola selaku Kepala BEI Wilayah Kalimantan Barat.

Taufan juga menambahkan bahwa mergernya Pelindo adalah terobosan baik dari BUMN. Semua bisa  dilihat juga dari pertumbuhan emiten IPCC yang growing fast bahkan mampu recovery secara cepat setelah pandemi.

IPCC merupakan hidden gem untuk BUMN. Hal ini bisa menjadi referensi investor di Pontianak untuk memiliki saham IPCC. Taufan berharap kedepannya akan ada BUMN lainnya yang berinvestasi di Pontianak.

IPCC menyampaikan paparan kinerja yang disampaikan oleh Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi. Beliau menyampaikan mengenai pengenalan Perusahaan yang merupakan bagian dari Pelindo Group dan memiliki bisnis sebagai pengelola Terminal Kendaraan dengan berbagi fasilitas yang dimilikinya.

“Sebelum merger Pelindo, IPCC telah beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta Utara) dan Pelabuhan Pontianak. Pasca merger Pelindo, ada beberapa tambahan area operasional IPCC yaitu di Pelabuhan Belawan (Medan), Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Semayang (Balikpapan). Kedepannya juga akan dilakukan ekspansi terminal operasi di area Indonesia Timur.” Jelas Sugeng.

Sugeng juga menambahkan bahwa IPCC ingin memberikan informasi terkait prospek bisnis IPCC kepada calon investor dan stakeholder. Pada tahun 2024 ini IPCC akan secara konsisten menepati visinya sebagai world class car terminal ecosystem dan menjadi integrated car terminal network di Indonesia.

Dalam paparannya, Sugeng menyampaikan berbagai program yang akan dilakukan pada 2024 untuk meningkatkan pendapatan dan mendorong kenaikan laba bersih IPCC.

Selaras dengan upaya tersebut, diharapkan harga saham IPCC kembali ke angka pada saat IPO dan berkomitmen menebar dividen tiap tahunnya, mengingat kinerja keuangan IPCC yang setiap tahun juga mengalami kenaikan. Sugeng juga menekankan bahwa IPCC merupakan salah satu emiten yang tidak mempunyai hutang seperti bond dan lainnya sehingga IPCC memiliki likuiditas cash yang sangat baik.

“Untuk menaikkan harga saham, target kami di 2024 dengan bottom line sekarang yang lebih tinggi dibandingkan pada saat IPO maka IPCC yakin di tahun 2024 akan lebih tinggi, atau minimal menyamai harga IPO.” ucap Sugeng.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *