LOGISTIKNEWS.ID- Upaya agar tak terulangnya kemacetan ‘horor’ di kawasan pelabuhan Tanjung Priok terus menjadi perhatian banyak kalangan masyarakat, pengguna jasa maupun stakeholders. Makanya tak heran jika update kondisi pelabuhan tersibuk di Indonesia itu terus diawasi.
Bahkan lalu lintas, antrean sejumlah kendaraan truk pengangkut barang dan petikemas yang sempat terjadi pada Sabtu dini hari (14/6/2025), mengharuskan manajemen Pelabuhan Tanjung Priok bereaksi cepat untuk mengurainya.
Kondisi kemacetan lantaran adanya pemeliharaan pada sistem common gate di NPCT-1 pada common area terminal itu yang dilakukan mulai pukul 01:45 WIB sampai dengan pukul 03:40 WIB.
Menurut Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Pelindo telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dengan melakukan pengaturan trafik dan berkoordinasi dengan stakeholders terkait untuk menjalankan proses manual sementara.
Bahkan, reaksi cepat Pelindo Tanjung Priok juga melibatkan instansi lainnya seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Kepolisian Pelabuhab Tanjung Priok dan Dinas Perhubungan Jakarta.
“Koordinasi kami lakukan untuk mengurai kepadatan truk melalui rekayasa lalu lintas dengan cara memasukan truk ke dalam inner road Pelabuhan untuk meminimalisir dampak yang lebih besar,” ungkap Yandri, pada Sabtu (14/6/2025).

Dia menegaskan, berkat upaya itu dan paska kembali normalnya sistem common gate, kini arus lalu lintas di kawasan pelabuhan Tanjung Priok relatif mulai terurai.
Receiving dan Delivery
Sebagaimana diketahui bahwa stakeholders di Pelabuhan Tanjung Priok telah menyepakati parameter harian kegiatan pengeluaran dan pemasukan petikemas atau receiving dan delivery (R/D) pada terminal petikemas di lingkup pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
Adapun parameter maksimal harian R/D di Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 4.500 bok/hari, Terminal Petikemas (TPK) Koja 2.000, IPC TPK Internasional (OJA) dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.500 bok.
Sedangkan di IPC TPK Domestik (MSA) dan IPC TPK Domestik (Temas) 2.000 bok, IPC TPK Domestik (009) sebanyak 800 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.500 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 1.500 bok.
Selain itu, parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 1.200 bok, PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Multipurpose 350 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 750 bok.
Kemudian, di Terminal Khusus Mobil atau Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) parameter harian R/D-nya sebanyak 1.500 unit.
Rilis Gate Pas
Berdasarkan data yang diperoleh Logistiknews.id, total rilis gate pas pada Sabtu 14 Juni 2025 di Pelabuhan Tanjung Priok untuk layanan receiving delivery (R/D) sebanyak 11.926 gate pas.
Berdasarkan data itu (hingga pukul 08 Wib), rincian rilis gate pas itu berasal dari Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 4.443 bok petikemas dengan rincian yang sudah gate in 662 bok dan belum gate in 3.781 bok.
Kemudian, di Terminal Petikemas (TPK) Koja 869 bok (sudah gate in 163 bok dan belum gate in 706 bok), dan di <span;>New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 2.650 bok (sudah gate in 1.366 bok dan belum gate in 1.284 bok), serta Mustika Alam Lestari/ MAL 45 bok (sudah gate in 2 bok dan belum gate in 43 bok).
Adapun rilis gate pas di IPC TPK Internasional (OJA) 301 bok (sudah gate in 63 bok dan belum gate in 238 bok), IPC TPK Internasional (TSJ) 678 bok (sudah gate in 109 bok dan belum gate in 569 bok).
Sedangkan IPC TPK Domestik (MSA) 606 bok (sudah gate in 177 bok dan belum gate in 429 bok), dan IPC TPK Domestik (TEMAS) 720 bok (sudah gate in 138 bok dan belum gate in 582 bok).
Lalu, IPC TPK Domestik (009) 609 bok (sudah gate in 43 bok dan belum gate in 566 bok), IPC TPK Domestik (Adipurusa) 683 bok (sudah gate in 291 bok dan belum gate in 392 bok), dan IPC TPK Domestik (DHU) 863 bok (sudah gate in 141 bok dan belum gate in 722 bok), serta Prima Nur Panurjwan (PNP) 322 bok (sudah gate in 77 bok dan belum gate in 246 bok).
Update YOR
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, per sabtu, 14 Juni 2025 hingga pukul 08.00 Wib, tercatat tingkat YOR di Jakarta International Container Terminal (JICT) rata-rata (overall) 51%, dan diĀ Terminal Petikemas (TPK) Koja 53%.
Sedangkan di IPC TPK Internasional (OJA) rata-rata YOR-nya 39%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) mencapai 39%.
Adapun YOR di IPC TPK Domestik (MSA) rerata 43%, IPC TPK Domestik (Temas) 52%, IPC TPK Domestik (009) mencapai 30%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 48%, dan IPC TPK Domestik (DHU) 39%.
Kemudian, di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) rerata 44%, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 50%, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 51%.[am]













