LOGISTIKNEWS.ID- Arus petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Nilam, selama semester I tahun ini mencapai 224.402 twenty foot equivalent units (TEUs), atau tumbuh 10% dari periode yang sama tahun lalu, sebanyak 204.667 TEUs.
Capaian pertumbuhan tersebut, salah satunya dipengaruhi meningkatnya arus petikemas kosong (empty) yang berasal dari Samarinda, Banjarmasin dan Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan permintaan petikemas kosong untuk membawa barang keluar dari Surabaya ataupun Jawa Timur.
TPK Nilam merupakan salah satu terminal petikemas yang dikelola oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL).
Sejak tahun 2022, Propinsi Jawa Timur telah memiliki misi dagang dan investasi dengan berbagai propinsi di Indonesia, termasuk dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Adapun komoditas yang ditransaksikan yakni sawit, kayu, sarang walet, semen, beras, susu, hasil pertanian dan kebutuhan pokok lainnya.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan, penambahan kapal adhoc di TPK Nilam juga menjadi penyumbang terbesar naiknya kinerja di Semester 1 Tahun 2025.
“Tercatat ada 29 kapal adhoc dari pelayaran Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), Meratus Line, Caraka Tirta Perkas (CTP), dan Tanto Intim Lines. Hal ini juga menunjukkan adanya kolaborasi yang semakin kuat antara terminal dengan pengguna jasa,” ujarnya pada Jumat (18/7/2025).
Dia mengatakan, selama ini TPK Nilam telah layanan dan komersial yang unggul, termasuk melaksanakan kegiatan one on one meeting penyampaian dan diskusi atas capaian kinerja baik dari sisi terminal maupun pengguna jasa.
“Suara dari pengguna jasa akan selalu kami dengar untuk berbenah lebih baik dan hasil yang telah dicapai TPK Nilam hingga Juni 2025 ini merupakan hasil kolaborasi kerjasama yang baik antara terminal dengan pengguna jasa serta stakeholder bidang kepelabuhan lainnya.” ucap Retno.[am]













