LOGISTIKNEWS.ID- Pengusaha Truk di Tanjung Priok mengusulkan agar perusahaan Truk dapat melakukan booking langsung khusus layanan pengangkutan impor menyusul telah diterapkannya uji coba (fase 1) Terminal Booking System (TBS) pada terminal peti kemas (NPCT-1) di kawasan pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
Ketua Caretaker DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Dharmawan Witanto mengatakan, pada prinsipnya perusahaan anggota Aptrindo DKI Jakarta yang berkegiatan di pelabuhan Tanjung Priok mendukung implementasi TBS pada terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok.
“Sekarang kan yang booking untuk slot TBS -nya adalah pemilik barang/cargo owners. Pihak Alangkutan (trucking) cuma terima surat perintah pengeluaran barang atau SP2-nya sesuai yang sudah di submit cargo owners. Disisi lain pada prinsipnya cargo owners ingin cepat barang-nya keluar. Nah, makanya khusus impor kami sarankan agar trucking seharusnya bisa booking kuota langsung (akses) ke TBS impor,” ujarnya kepada Logistiknews.id, pada Selasa (12/8/2025).
Dharmawan atau yang akrab disapa Akong itu mengusulkan hal tersebut lantaran adanya masukan dari perusahaan anggotanya terkait implementasi TBS di Pelabuhan Priok.
“Prinsipnya kami mendukung TBS demi kelancaran arus barang, tetapi juga menjamin ketersedian angkutannya untuk ekspor impor sesuai jadwal dalam kuota TBS,” ucapnya.
Uji Coba di NPCT-1
Dia juga mengungkapkan, di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) telah dilakukan uji coba fase 1 untuk implementasi TBS.
Dalam dokumen yang diperoleh Logistiknews.id, implementasi TBS di NPCT-1 itu merujuk kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Terminal Operator Tanjung Priok.
Dalam hal ini, seluruh terminal di pelabuhan Tanjung Priok (Internasional & Domestik) diinstruksikan untuk menerapkan Terminal Booking System (TBS) sebagai salah satu inisiatif dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas kendaraan di area Pelabuhan Tanjung Priok.
Adapun sebanyak 2.800 bok yang tersedia alokasi kuota gatepass NPCT1perhari untuk ekspor dan impor. Sedangkan untuk TBS menerapkan 3 slot (per 8 jam) dengan rincian Slot 1: pukul 00.00-08.00, Slot 2: 08.00-16.00 dan Slot 3: 16.00-24.00.
Untuk fase 1 implementasi sistem booking slot 8 jam mulai 11 Agustus 2025 di NPCT-1 itu pada sistem (NPCT1: ECON) untuk ekspor dan impor yang juga terintegrasi dashboard dan pelaporan dengan sistem TBS Pelindo.
Adapun tujuan dari penerapan TBS itu adalah untuk mengelola jumlah truk yang masuk ke area TanjungPriok secara lebih baik dan mengurangi potensi kemacetan yang parah.[am]













