Selain Perkuat Daya Saing, INSW Dongkrak Kinerja Logistik & Investasi

  • Share
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK.

LOGISTIKNEWS.ID- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan keberadaan Indonesia National Single Window atau INSW dapat meningkatkan daya saing nasional, kinerja logistik nasional, iklim ekosistem investasi, serta memberikan kemudahan berusaha.

Untuk itu, Pemerintah mengajak peningkatan kolaborasi nasional untuk mengoptimalkan keberadaan INSW.

Indonesia National Single Window (INSW) merupakan sistem elektronik nasional yang mengintegrasikan berbagai sistem kementerian/lembaga untuk menyederhanakan proses perizinan dan dokumen kepabeanan, kekarantinaan, kepelabuhanan/kebandarudaraan dalam kegiatan ekspor-impor, sehingga pelaku usaha cukup menyerahkan data tunggal dan menerima keputusan tunggal secara elektronik, menjadikan proses lebih cepat, efisien, transparan, dan terkoordinasi.

“Capian INSW setahun belakangan ini sudah memenuhi target. Kami harap seluruh anggota Dewan Pengawas INSW dapat menindaklanjuti melalui pembahasan teknis,” ujar Sesmenko Susiwijono, melalui keterangan pers-nya di kutip Jumat (26/12/2025).

Dia menngatakan, pembahasan teknis dilanjutkan dengan usulan lima isu strategis untuk dapat dicapai pada 2026. Kegiatan strategis tersebut yaitu penyesuaian regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, integrasi layanan e-SKA, perluasan implementasi komoditas SIMBARA, migrasi sistem Indonesia Single Risk Management (ISRM) serta mekanisme pengawasan Strategic Trade Management (STM).

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, imbuhnya, juga telah mengamanatkan agar perizinan ekspor, impor, serta pemenuhan ketentuan larangan atau pembatasan barang ekspor dan impor (lartas) dan Neraca Komoditas (NK) diajukan melalui sistem INSW.

“Seluruh K/L agar menyesuaikan regulasinya agar sejalan dengan PP 28 Tahun 2025,” ucapnya.

Pengawasan Ekspor

Selain itu, Sesmenko Susiwijono menyampaikan bahwa Indonesia akan menerapkan Strategic Trade Management (STM) dalam rangka pengawasan ekspor.

Hal ini dikarenakan, STM menjadi salah satu persyaratan dalam negoisasi tarif Indonesia dengan Amerika Serikat.

Dia menyampaikan, bahwa sistem INSW kini menjadi satu pintu utama interaksi pelaku usaha dengan pemerintah melalui prinsip single submission, single processing, dan single decision making.

“Kedepan, saya meyakini bahwa INSW dapat terus berupaya untuk meningkatkan daya saing nasional, kinerja logistik nasional, iklim ekosistem investasi, serta memberikan kemudahan berusaha,” papar Susiwijono.[bram]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *