Terminal Batang, Telah Layani 11 Kapal

  • Share
Terminal Batang di Jawa Tengah (dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID- Terminal Batang di Semarang Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu pendukung infrastruktur untuk pelayanan arus barang dan logistik di wilayah itu.

Sejak dioperasikan perdana pada pertengahan Oktober 2025 hingga Februari 2026, telah ada 11 kapal yang dilayani dan memanfaatkan fasilitas terminal Batang.

“Derasnya ombak karena belum tersedianya breakwater menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi kapal-kapal yang hendak masuk. Apalagi seperti musim penghujan saat ini, ombaknya sangat deras di Batang,” ungkap Deputi Branch Manager Operasi I Pelabuhan Tanjung Emas, Ahmad Abidin, yang turut ditemani Guntur dari SPMT Tanjung Emas, ketika mendampingi Logistiknews.id saat kunjungan ke Terminal Batang pada Kamis Siang (5/2/2026).

Dia menjelaskan, dengan draft (kedalaman) sekitar 5 meter, kapal-kapal yang dilayani di Terminal Batang merupakan kategori Tongkang dengan muatan rata-rata 5.000-7.500 Ton.

Saat ini, imbuh Abidin, setidaknya  sudah ada tiga Customer di Terminal Batang yakni PT KCC Glas Indonesia, PT Rumah Keramik Indonesia dan PT Merak Jaya Beton.

Deputi Branch Manager Operasi I Pelabuhan Tanjung Emas, Ahmad Abidin,

Adapun Terminal Batang dikelola operasikan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada pengoperasian terminal nonpetikemas guna mendukung konektivitas logistik dan Industri Jateng.

Pembangunan Terminal Batang tahap pertama mencakup infrastruktur utama berupa causeway sepanjang 350 meter, trestle sepanjang 361 meter, serta dermaga sepanjang 152 meter dengan kedalaman awal –5 meter low water spring (mLWS) yang secara bertahap akan didalami hingga –10,5 m LWS.

Dermaga ini mampu disandari kapal hingga 10.000 DWT, menjadikannya fasilitas strategis untuk berbagai jenis kargo industri. Selain itu, Pelindo menyiapkan lapangan penumpukan seluas ±2 hektare untuk kargo curah kering, curah cair, peti kemas, maupun kargo umum.

Infrastruktur darat juga dilengkapi kantor operasional, sistem mekanikal dan elektrikal, jaringan keamanan terintegrasi, serta pasokan listrik PLN 82,5 kVA yang aktif sejak Juli 2025.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, juga telah meresmikan pelabuhan KEK (kawasan ekonomi khusus) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, pada Agustus tahun lalu setelah seluruh uji fungsional dinyatakan layak.

Untuk tahap awal, pelabuhan itu difokuskan mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), khususnya untuk komoditas curah seperti pasir silika dan klinker.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *