LOGISTIKNEWS.ID- Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok menegaskan perubahan ataupun penyesuaian parameter harian terhadap layanan receiving dan delivery (R/D) di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini bersifat fleksibel alias tidak permanen.
“Tidak (permanen) dong hanya sampai 19 April 2026, tetap berjalan lancar untuk layanan R/D,. Setiap terminal yang mengajukan penambahan gate pass akan di berikan. Bahkan di JICT hari ini saja lebih 4000 bok kok,” ujar Kepala KSOP Tanjung Priok Heru Susanto, melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Logistiknews.id, pada Rabu sore (8/4/2026).
Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan tersibuk di Indonesia, dalan setahun terakhir ini telah menerapkan parameter harian dalam kegiatan <span;>penerimaan dan pengeluaran kontainer atau receiving dan dellivery (R/D) di sejumlah terminal peti kemas di kawasan pelabuhan itu.
Namun berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, bahwa parameter harian kegiatan R/D di pelabuhan tersebut sekarang ini berubah dari sebelumnya.
Di Jakarta International Container Terminal (JICT) misalnya, diketahui yang sebelumnya bahwa parameter harian R/D nya sebanyak 4.500 bok/hari, kini hanya 2.250 bok.
Kemudian di Terminal Petikemas (TPK) Koja yang sebelumnya 2.000 bok kini hanya 1000 bok, dan parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, kini hanya 1.400 bok.
Begitupun dengan terminal lainnya seperti IPC TPK, T-MAL, IKT, PTP Multipurpose dan Prima Nur Panurjwan.
Berdasarkan data tersebut, rata-rata YOR di JICT pada Rabu pagi (8/4/2026) yakni 58%, di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 48% dan New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 60%, serta Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 46%.
Adapun di JICT dijadwalkan ada 3 kapal yang dilayani hari ini dengan jumlah muatan bongkar 788 bok dan muat 1.361 bok. Sedangkan di NPCT-1 juga 3 kapal dengan jumlah muatan bongkar 353 bok dan muat 450 bok.[am]













