Parameter Harian Layanan R/D di Priok Berubah, Kenapa ?

  • Share
Suasana akses ke Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa Siang 31 Maret 2026. (Photo:Akhmad Mabrori/Logistiknews.id)

LOGISTIKNEWS.ID- Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan tersibuk di Indonesia, dalan setahun terakhir ini telah menerapkan parameter harian dalam kegiatan penerimaan dan pengeluaran kontainer atau receiving dan dellivery (R/D) di sejumlah terminal peti kemas di kawasan pelabuhan itu.

Namun berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, bahwa parameter harian kegiatan R/D di pelabuhan tersebut sekarang ini berubah dari sebelumnya.

Di Jakarta International Container Terminal (JICT) misalnya, diketahui yang sebelumnya bahwa parameter harian R/D nya sebanyak 4.500 bok/hari, kini hanya 2.250 bok.

Kemudian di Terminal Petikemas (TPK) Koja yang sebelumnya 2.000 bok kini hanya 1000 bok, dan parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, kini hanya 1.400 bok.

Begitupun dengan terminal lainnya seperti IPC TPK, T-MAL, IKT, PTP Multipurpose dan Prima Nur Panurjwan.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata YOR di JICT pada Rabu pagi (8/4/2026) yakni 58%, di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 48% dan New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 60%, serta Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 46%.

Adapun di JICT dijadwalkan ada 3 kapal yang dilayani hari ini dengan jumlah muatan bongkar 788 bok dan muat 1.361 bok. Sedangkan di NPCT-1 juga 3 kapal dengan jumlah muatan bongkar 353 bok dan muat 450 bok.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *