Mendorong Performa Sektor Logistik Kinclong, di Tahun Ular Kayu

  • Share
Ketua Umum DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim SE, CPSM.

Oleh: Adil Karim SE,CPSM*

PELAKU usaha logistik berharap, kinerja  perekonomian pada tahun 2025 tetap stabil atau alami pertumbuhan ketimbang tahun 2024. Untuk itu berbagai hambatan dalam urusan kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan mesti terus dibenahi agar performa kinerja logistik nasional bisa semakin membaik.

Disisi lain, Pemerintah Indonesia perlu terus memberikan stimulus bagi kelangsungan dunia usaha, terutama terhadap usaha kecil dan menengah.

International Monetary Fund (IMF)-pun telah memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh di level 3,2% pada tahun 2025. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2024 ini.

Adapun bagi negara-negara maju, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diproyeksikan berada pada level 1,8% serta bagi negara-negara emerging market dan developing economies diproyeksikan pada tahun 2025 berada pada level 4,2%. Lebih jauh, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi IMF akan berada pada level 5,1% pada tahun 2025.

Jika melihat sejumlah indikator pada tahun 2024 lalu, pelaku usaha disektor logistik masih optimistis terhadap kinerja perekonomian nasional di tahun 2025 ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

Tetapi dengan catatan, Pemerintah dan semua stakeholders terkait sudah seharusnya melakukan inventarisasi yang lebih komprehensif terkait persoalan hambatan sektor logistik, di tahun 2025 yang dikenal dengan shio Ular Kayu ini.

Sebagai wadah pelaku usaha, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta siap memberikan masukan kepada Pemerintah terhadap hal itu guna mendongkrak performa logistik nasional. Sebab, sektor logistik merupakan penopang dalam pertumbuhan perekonomian.

Sebagai indikator, bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2024 berhasil rebound dan kembali mencatatkan level ekspansif di angka 51,2, setelah sebelumnya sempat berada di level kontraktif.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pesanan baru, baik domestik maupun ekspor, serta peningkatan aktivitas pembelian bahan baku oleh perusahaan.

Selain itu, tingkat inflasi Indonesia bulan Desember 2024 tetap terkendali dalam rentang target sasaran nasional 2,5%±1%. Inflasi Desember 2024 tercatat sebesar 1,57% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2023 (2,61%).

Inflasi yang terkendali dan PMI yang ekspansif menunjukkan dunia usaha tetap optimis dengan kondisi perekonomian nasional ke depan. Hal ini juga tercermin dari outlook World Bank bulan Desember 2024 yang memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,1% pada tahun 2024 dan 5,2% pada tahun 2025.

Peningkatan sektor manufaktur nasional melalui penggunaan bahan baku lokal, pemberian insentif, perlindungan industri dalam negeri, dan kerja sama ekonomi di tingkat internasional, juga perlu terus dilakukan oleh Pemerintah.

Untuk itu, Pemerintah juga perlu mendorong penggunaan bahan baku lokal dibanding impor bagi yang telah tersedia di dalam negeri untuk mengurangi beban biaya produksi akibat melemahnya nilai tukar Rupiah.

Hal ini dilakukan antara lain melalui akselerasi hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.

Disamping itu, pemberian insentif fiskal, kemudahan perizinan, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan riset dan inovasi merupakan upaya lebih lanjut dari Pemerintah untuk mendorong industri nasional.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih tetap muncul. Kenaikan harga komoditas global seperti emas, kopi, dan minyak sawit mentah (CPO) terus memberikan tekanan pada biaya produksi dalam negeri.

Fluktuasi harga minyak mentah global dan penguatan nilai tukar dolar AS juga menyebabkan kenaikan harga impor bahan baku.

Semua itu menjadi tantangan kita bersama, karenanya marilah bergotong royong dalam membenahi seluruh hambatan yang masih kerap dialami dunia usaha supaya kinerja Logistik di tahun ini, bisa moncer.* (Penulis merupakan Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia/ALFI DKI Jakarta).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *