Aptrindo DKI Bertemu MTI, Bahas Solusi Kemacetan NPCT-1 & TILA Kedaluarsa

  • Share
Audiensi Aptrindo DKI Jakarta dengan Manajemen PT MTI

LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta  beraudiensi untuk berdialog dengan manajemen Multi Terminal Indonesia (MTI) dalam rangka mencari solusi dalam melakukan perbaikan layanan trucking pengangkut peti kemas di Area Common Gate (CA) New Priok Container Terminal-One (NPCT-1).

Dialog yang berlangsung santai bernuansa kekeluargaan dan dinamis itu dihadiri langsung Plt Dirut MTI Yandri Trisaputra dan Jajarannya, serta Ketua Caretaker Aptrindo DKI Jakarta Dharmawan Witanto yang akrab dipanggil Akong, dan didampingi sejumlah pengurus lainnya.

Pada kesempatan itu, perusahaan truk anggota Aptrindo bercerita mengenai lamanya waktu tempuh truk untuk masuk ke NPCT-1akibat kemacetan yang seringkali terjadi di NPCT-1. Adapun domain MTI saat ini hanya mengelola fasilitas Common Gate di NPCT-1.

“Dari Marunda ke Gate utama NPCT-1 saat ini saja bisa ditempuh 5 jam. Ini kan waktu tempuh seperti kita berkendara dari Jakarta ke Garut. Kondisi ini berimbas pada merosotnya produktivitas ritase angkutan truk. Bahkan saat ini untuk 2 hari, Truk hanya bisa untuk satu rit. Disisi lain ongkos angkutan sekerang ini sudah seperti ongkos becak. Kalau 2 hari satu rit kita mau minta konpensasi ke siapa?,” ujar Frans, salah satu pengusaha Truk anggota Aptrindo.

Dharmawan Witanto menegaskan, trucking yang melayani NPCT-1 menginginkan sebaiknya hanya ada satu gate in dan out saja di NPCT-1.

“Kenapa harus ada 2 gate ?, gate yang satu (Common Gate) di kelola MTI, lalu didalam ada satu gate lagi yang dikelola sendiri oleh NPCT-1,” ujar Ranto Tambunan, pengusaha Aptrindo yang ikut dalam pertemuan itu.

Sedangkan H.Anas (Pengurus Aptrindo DKI) Jakarta mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan pihak NPCT-1 dan menyampaikan agar di terminal tersebut sebaiknya hanya ada satu fasilitas gate saja, tidak perlu dua gate seperti saat ini.

Bahkan, soal dampak dokumen impor kedaluarsa (TILA) mati yang dipegang trucking akibat kemacetan di NPCT-1 juga menjadi keluhan tersendiri para pengusaha trucking yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu, pihak MTI menampung semua usulan yang disampaikan oleh Aptrindo.

Manajemen MTI juga mengungkapkan saat ini sedang secara bertahap melakukan perbaikan maupun re-operasional gate untuk kelancaran di Common Gate area NPCT-1, bahkan menambah bandwidth khusus layanan di coomon gate area agar layanan terhadap trucking lebih cepat, termasuk membenahi buffer area truckingnya.

“Kami tidak anti kritik silahkan kalau ada.
masukan-masukan untuk perbaikan kinerja kami dengan senang hati,” ujar Yandri.

Pada pertemuan itu juga disepakati akan dibuat wadah komunikasi bersama berupa WhatsApp (WA) Group antara Aptrindo DKI dan PT MTI, untuk menindaklanjuti pertemuan kali ini sehingga jika ada trouble dilapangan bisa segera atau action dibenahi.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, arus peti kemas internasional (ekspor-impor) melalui New Priok Container Terminal (NPCT-1) pada 2024 mencapai 1.322.086 twenty foot equivalent units (TEUS) atau tumbuh 25,27% dibanding realisasi 2023 yang tercatat 1.081.917 TEUs.

Dengan pencapaian produktivitas itu, NPCT-1 sekaligus meraih 22,20% market share peti kemas ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *