Pelayaran Ingin Optimalkan Pelabuhan Malahayati

  • Share
Busransyah

LOGISTIKNEWS.ID- Perusahaan Pelayaran di Aceh ingin mengoptimalkan fasilitas pelabuhan Malahayati. Karenanya, perlu terobosan konkret agar terjadi pertumbuhan kargo signifikan untuk mengurangi ketergantungan para pengusaha Aceh terhadap kebutuhan penanganan logistiknya selain di pelabuhan Malahayati.

Kepala Cabang Pelayaran Sea Asih Line (SAL) yang mengelola dan mengageni Kapal Tempuran Emas (Temas) Line di Aceh, Busransyah mengungkapkan bahwa pelayanan di Pelabuhan Malahayati Aceh, untuk kapal kontainer kini lebih baik.

Untuk memaksimalkan layanan angkutan kontainer ke Pelabuhan Malahayati, imbuhnyq, Temas telah membuat layanan pengumpul kargo atau hub di Kuala Tanjung Sumatera Utara agar barang bisa lebih cepat sampai di Aceh dan efisien.

Selain itu, kargo dari wilayah kawasan timur Indonesia (KTI) juga ada yang dilayani Temas ke Aceh. “Kami apresiasi untuk Pelindo karena layanan kapal sudah baik sehingga portstay di Pelabuhan Malahayati juga sudah oke,” ujarnya saat ditemui di Aceh, Kamis Malam (15/5/2025).

Sejak 2016, PT SAL dipercaya untuk mengelola dan mengageni kapal-kapal Temas di Aceh dengan rata-rata.volume muatan 100 twentyfoot equivalent units (TEUs) perkapal (weekly) atau 400-500 TEUs perbulan.

Rencananya pada Jumat (16/5/2025), kapal Temas juga akan sandar dan dilayani bongkarnya di pelabuhan Malahayati dengan volume 116 TEUs. Kapal itu sandar per weekly di pelabuhan Malahayati dengan menjalani rute Kuala Tanjung-Malahayati-Lhokseumawe-Kuala Tanjung.

“Pelayanan Pelindo Malahayati sudah cukup baik. Untuk memaksimalkan layanan, Temas telah buat Hub di Kuala Tanjung agar barang cepat sampai di Aceh dan efisien. Apalagi jika ada kendala di alat bongkar muat di Malahayati responnya juga sangat cepat, dan kami pengguna jasa diberitahukan,” terang Busransyah.

Dia mengungkapkan sejumlah komoditi domestik yang dibongkar melalui pelabuhan Malahayati dan diangkut kapal Temas antara lain Wings Produk (Sabun dll), Makanan, Sembako, General Kargo, barang-barang Ace Hardware, dan Barang Konstruksi.

“Dari semua kapal Temas yang layani rute Pelabuhan Malahayati, rata-rata load factor-nya bisa 80%. Cuma memang sayangnya muatan balik dari sini (Aceh) masih minim,” ucapnya.

Muatan Tol Laut

Sementara itu, Rauyani Djamil – Selaku Agen Tol Laut Citra Baru Adi Nusantara di Aceh, menceritakan pelayanan kapal Tol Laut di Pelabuhan Malahayati  sudah cukup mumpuni.

“Kami rata-rata bisa menghandle 2 sampe 3 kapal perbulan dengan muatan 27 TEUs perkapal. Adapun yang dibongkar seperti barang kelontong, sembako. Bahkan sebelumnya ada komoditi ikan reefer,” ucapnya Rauyani yang mengaku sejak 2019 bergelut menjalankan usaha keagenan kapal termasuk angkutan ekspor rutin berupa komoditi mineral fozolan (tanah coklat galian c) untuk bahan baku semen.

Rauyani Djamil

Berdasarkan data Pelabuhan Malahayati, pada 2023 menghandle ekspor Fozolan sebanyak 82.000-an Ton di tahun 2023, kemudian di tahun 2024 sebanyak 83.300-an Ton.

Bahkan pada 28 April 2025 saja telah menghandle 25 ribu Ton ekspor komoditi itu ke Bangladesh dan India. Ekspor komoditi tersebut juga direncanakan akan kembali dilakukan pada Juni mendatang.

Adapun volume bongkar muat barang nonkontainer selama kuartal I tahun 2025 (Januari s/d April) mencapai 56.127 Ton dengan rincian bongkar 22.476 Ton dan muat 33.651 Ton.

Pada tahun 2024, bongkar muat barang nonkontainer d pelabuhan Malahayati sebanyak 289.449 Ton dengan rincian bongkar 162.519 Ton dan muat 126.930 Ton.

Sedangkan untuk arus petikemas selama kuartal I/2025 mencapai 3.337 twenty foot equivalent units (TEUs) atau setara 2.891 bok. Adapun pada tahun 2024 lalu, arus petikemas nelalui pelabuhan Malahayati sebanyak 12.307 TEUs atau setara 10.696 bok.

Kemudian, arus kunjungan kapal-nya sampai dengan April 2025 tercatat 118 Unit (523.303 Gross Tonage/GT). Sedangkan pada 2024 arus kapal mencapai 379 unit (1.681.382 GT).[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *