LOGISTIKNEWS.ID- Pemilik barang impor di pelabuhan Tanjung Priok memprotes keras soal alur proses maupun cara sosialiasi terhadap implementasi/go-live terminal booking system (TBS) di Pelabuhan Tanjung Priok.
GINSI juga menyesalkan pertemuan dalam rangka go-live sosialisasi implemntasi terminal booking system (TBS) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dilakukan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT RI ke 80.
“Rapat terkait sosialisasi dan go-live TBS di Priok itu tidak pas waktunya. Kenapa di hari Kemerdekaan ?, dimana seluruh rakyat Indonesia sedang merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang juga hari libur. Hal seperti ini justru tidak menghormati perjuangan para pahlawan yang telah berupaya memerdekakan Indonesia,” ujar Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Capt Subandi, kepada Logistiknews.id, pada Senin (18/8/2025).
Capt Subandi juga menegaskan, TBS jangan dijadikan alasan Terminal Petikemas akibat ketidak mampuannya mengatur trafik yang justru malah nantinya menjadi celah mencari tambahan pendapatan dari penumpukan akibat pemilik barang tidak bisa langsung mengeluarkan barangnya saat sudah mengantongi dokumen surat perintah pengeluaran barang atau SPPB.
“Ingat dokumen SPPB itu syarat yang diluar kendali pemilik barang untuk dapat mengeluarkan kargo-nya dari pelabuhan,” ucap Ketum GINSI.
Menurutnya, jika Bea dan Cukai di pelabuhan telah mengeluarkan SPPB perhari ini, maka terminal petikemas harus dapat menyerahkan petikemasnya pada pemilik barang jika ingin mengambil barangnya hari ini juga (setelah menerima SPPB).
“Jadi jangan baru di ijinkan nunggu satu atau dua hari dengan alasan hari ini sudah full book sesuai kemampuan terminal ), ini yang dinamakan kelemahanya TBS yang justru di manfaatkan untuk meraih keuntungan tambahan dari storage/penumpukan oleh pihak terminal di pelabuhan,” tegas Capt Subandi.
Go -Live
Bertepatan dengan HUT RI ke 80, pada 17 Agustus 2025, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok melakukan go-live atau implementasikan terminal booking system di pelabuhan Tanjung Priok secara hybrid (online dan offline).
Dalam sambutannya, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok menyampaikan bahwa momentum go live yang dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 juga menjadi simbol bahwa kemandirian dan kemajuan bangsa harus didukung dengan inovasi, kerja keras serta sinergi seluruh pihak.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mewujudkan implementasi sistem ini,” ujar KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto.
Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyampaikan Setelah go live ini dilaksanakan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan sistem TBS.
Yandri menegaskan, TBS hadir sebagai salah satu upaya pengendalian trafik truk di area pelabuhan sehingga dapat terjadi keseimbangan jumlah truk yang datang lantara melalui sistem TBS, para pengguna jasa dapat memilih slot waktu kedatangan truk sesuai kapasitas layanan terminal.
Tidak Ada Pinalti
Ketua pokja TBS, yang juga menjabat sebagai grup head IT Pelindo, Heru satrio menyampaikan TBS akan mulai diberlakukan secara bertahap, di mana prinsip utamanya truck booking sebelum ke pelabuhan dan Tidak ada pinalti pelarangan bila truk datang lebih cepat atau lebih awal.
Dia mengatakan, Fase 1 ini akan dilakukan edukasi agar terbiasa untuk melakukan booking di sistem, jika sudah 60 persen maka akan diimplementasikan fase 2. fase 2, dimana akan menggunakan portal aplikasi bersama untuk terminal booking system.

Pada fase ini juga akan dilakukan evaluasi dalam pelaksanaanya, dan telah disiapkan dashboard yang dapat menunjukan persentase kedatangan truk ke Pelabuhan dengan kategori early, ontime, late.
“Target utama TBS tahap 1 ini yaitu mengedukasi pengguna jasa petikemas di pelabuhan priok untuk melakukan booking sebelum truck menuju pelabuhan, mendapatkan data behaviour pengguna jasa truck peti kemas sehingga dapat menjadi evaluasi dan peningkatan pada sistem TBS tahap berikutnya,” ucapnya .[am]













