Triwulan I/2026: Laba Bersih Car Terminal, Tumbuh 3,21%

  • Share
Fasilitas IPCC

LOGISTIKNEWS.ID- Selama Triwulan pertama 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) mampu membukukan laba bersih Rp.52,81 Miliar 2026 atau tumbuh 3,21% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Adapun kontribusi pendapatan perseroan secara konsolidasi menempatkan aktivitas layanan terminal sebagai fondasi utama dengan proporsi pendapatan per kargo 77% CBU, 10% Truck/Bus, 9% Alat Berat dan 4% General Kargo.

Hal ini seiring dengan program pemerintah dalam melakukan hilirisasi komoditi pertambangan dan rencana untuk swasembada pangan melalui program cetak sawah baru di luar pulau Jawa juga menjadi alasan meningkatkan aktivitas bongkar muat untuk kargo Truck/Bus serta Alat Berat.

“Berbagai strategi bisnis yang telah diterapkan juga membuahkan hasil yang membanggakan seperti layanan In-land transportation, PDC (Pre Delivery Centre), Port Stock, serta VPC (Vehicle Processing Centre),” ujar Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC Wing Megantoro, pada Senin (27/4/2026).

Berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang kuat dengan peningkatan aset 7,9% dari Rp.1,89 Triliun dari periode yang sama tahun 2025 menjadi Rp.2,04 Triliun pada Q1 2026.

Sedangkan pendapatan dari sektor lainpun juga tidak kalah produktifnya baik dari rupa-rupa usaha maupun pengusahaan lahan, bangunan, air, dan listrik turut memberikan kontribusi maksimal untuk perseroan.

“Pertumbuhan kinerja keuangan IPCC pada Q1 2026 didapatkan melalui strategi keuangan yang ketat serta berbagai inovasi pada bidang komersial untuk memaksimalkan pendapatan serta memperluas cakupan bisnis Perseroan seiring dengan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions”, ucapnya.

Dia mengungkapkan, perolehan laba yang meningkat salah satu faktornya adalah perseroan menerapkan efisiensi dalam setiap penggunaan anggaran dan berorientasi pada pendapatan langsung tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keselamatan pada kegiatan operasional.

Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Perseroan yang efisien, sedangkan dari sisi EPS juga meningkat dari Rp.28,14 di triwulan pertama tahun sebelumnya menjadi Rp.29,04 di periode yang sama di tahun ini.

Dari sisi rasio profitabilitas pun juga menunjukan kinerja yang baik. Seiring dengan kenaikan Laba Tahun Berjalan tersebut di atas membuat Net Profit margin IPCC di triwulan pertama tahun ini meningkat menjadi 26,12% diikuti oleh EBITDA margin yang juga naik menjadi 45,6%.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa capaian pada Triwulan I 2026 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kinerja perseroan sepanjang tahun.

“Kedepan, perseroan akan terus mendorong kinerja yang lebih optimal melalui sinergi operasional, inovasi layanan, serta penguatan strategi keberlanjutan sebagai landasan utama dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis,” ucap Sugeng.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *