Perdana, IPC TPK Layani SCJX X-Press Feeders

  • Share
Kehadiran layanan baru ini menjadi maiden voyage internasional pertama yang dilayani IPC TPK pada tahun 2026.

LOGISTIKNEWS.ID– IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus logistik internasional melalui pelayanan maiden voyage kapal MV WANTAI yang dioperasikan oleh X-Press Feeders dengan agen pelayaran Ben Line Agencies dalam layanan South China Java X-Press (SCJX).

Kehadiran layanan baru ini menjadi maiden voyage internasional pertama yang dilayani IPC TPK pada tahun 2026 sekaligus langkah strategis dalam memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia–Tiongkok dan memperluas jaringan pelayaran intra-Asia.

Kapal MV Wantai sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 16.20 WIB dengan rotasi pelabuhan Yantian – Xiamen – Nansha – Jakarta – Surabaya – Yantian.

Kapal berbendera Liberia dengan panjang (Length Over All/LOA) 210 meter dan lebar (Beam) 32 meter ini merupakan kapal petikemas dengan kapasitas mencapai 2.902 TEUs. Selama pelayanan di Jakarta, kapal tercatat melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.577 boxes.

Kehadiran layanan SCJX menjadi penting dalam mendukung arus perdagangan Indonesia dengan Tiongkok yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Indonesia sekaligus negara tujuan ekspor nonmigas terbesar sepanjang Januari–Maret 2026 dengan nilai mencapai US$16,50 miliar atau berkontribusi sekitar 25,94 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.

Di sisi impor, Tiongkok juga menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai mencapai US$22,02 miliar atau sekitar 41,56 persen dari total impor nonmigas nasional.

Secara nasional, neraca perdagangan Indonesia periode Januari–Maret 2026 masih mencatat surplus sebesar US$5,55 miliar dengan total nilai ekspor mencapai US$66,85 miliar.

Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan sektor industri pengolahan, termasuk komoditas besi dan baja, produk nikel, elektronik, consumer goods, hingga bahan baku industri yang banyak diperdagangkan dengan pasar Tiongkok.

Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan intra-Asia, kebutuhan terhadap layanan pelayaran yang efisien dan memiliki direct connectivity menjadi semakin penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang.

Kehadiran service baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan arus petikemas internasional di IPC TPK melalui penambahan vessel call baru, optimalisasi utilisasi dermaga, lapangan penumpukan, serta peralatan bongkar muat.

Layanan ini juga memperluas market coverage terminal terhadap operator feeder internasional dan berpotensi memperkuat konektivitas cargo transhipment maupun jaringan perdagangan regional lainnya.

Bagi pengguna jasa, layanan direct service South China–Indonesia ini menghadirkan alternatif pengiriman yang lebih kompetitif dengan transit time yang efisien, tambahan opsi pelayaran bagi eksportir dan importir nasional, serta mendukung fleksibilitas rantai pasok perdagangan Intra-Asia.

Seremoni penyambutan layanan baru tersebut dilakukan pada Kamis, 28 Mei 2026 yang dihadiri oleh Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, dan perwakilan dari Manajemen Ben Line Agencies.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa kehadiran layanan baru ini merupakan bentuk kepercayaan shipping line global terhadap kesiapan operasional dan kualitas layanan IPC TPK.

“Dengan dukungan layanan terminal yang terintegrasi dan kesiapan operasional yang optimal, IPC TPK siap mendukung kebutuhan shipping line dalam menghadirkan konektivitas yang lebih efisien,” ucap Daniel.

Dia mengatakan, kehadiran layanan baru ini tidak hanya memperkuat jaringan pelayaran internasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa melalui pilihan layanan yang lebih kompetitif.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *