Patimban Mulai Handle Kapal Kontainer MSC Aria III, Siapa Menyusul ? 

  • Share
Kapal MSC ARIA III, saat dilayani di Terminal Kontainer Pelabuhan Patimban, pada Kamis 9 Juli 2026 (dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID- Sejumlah Truk trailler berjejer rapi menunggu giliran bok kontainer yang diangkutnya dapat dimuat di kapal kontainer MSC Aria III yang dioperasikan oleh perusahaan global MSC ARIA III, saat rombongan jurnalis melakukan media visit ke Terminal Kontaimer Pelabuhan Patimban yang berada di Subang Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026).

MSC Lines atau Mediterranean Shipping Company merupakan perusahaan pengapalan kontainer dan logistik global asal Swiss-Italia yang yang juga salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia yang melayani pengiriman barang internasional ke seluruh pelabuhan utama.

Sebanyak 1.200 bok kontainer berukuran 20 feet (empty maupun ekspor) dilakukan pemuatan (loading) menggunakan alat bongkar muat jenis harbour mobile crane (HMC) ke atas kapal tersebut yang memiliki panjang kapal sekitar 250 meter. Adapun kegiatan loading seluruh kontainer itu direncanakan selesai dalam 1,5 hari.

Hingga saat ini, operasional bongkar muat di Terminal Kontainer Pelabuhan Patimban, baru menggunakan 2 unit HMC dan dukungan sejumlah peralatan lainnya seperti reach stacker, empty handlier, forklift, trailler dan chasis, serta workshop dan dilengkapi sistem informasi dan teknologi (IT) Terminal.

Rencananya, pada November 2026, terminal Kontainer Patimban juga akan kembali di lengkapi dengan alat bongkar muat kontainer jenis Gantry Crane sebanyak 3 unit dan 9 unit Rubber Tyred Gantry Cranes (RTG).

Kapal MSC ARIA III ini, akan melayani secara rutin melayani pelabuhan Patimban secara mingguan (weekly call) dengan rute ke Singapure, Port Klang dan Hongkong. Sebelumnya, kapal tersebut juga telah melakukan uji coba di layani di pelabuhan Patimban pada Maret 2026 lalu.

Fuad Rizal (Foto Dok: Akhmad Mabrori/Logistiknews.id)

CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Fuad Rizal mengatakan tujuan dihadirkannya Patimban adalah untuk mengkomplementer pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah sangat padat, sekakigus mendukung hinterland (wilayah industri) di Jawa Barat.

“Banyak industri Jepang beroperasi di Indonesia, bahkan 70-75% ekspor mobil dari Indonesia itu dari Toyota dan Daihatsu dan rata-rata saat ini diatas 200 ribu mobil pertahun sudsh bisa di layani car terminal Patimban,” ujar Fuad.

CEO PPI itu menambahkan bahwa kapasitas terpasang untuk layanan kontainer di Patimban bisa mencapai 525 ribu TEUs, dan dalam beberapa tahun kedepan akan ditingkatkan menjadi dua kali liatnya atau setara 1 juta TEUs seiring pertumbuhan perdagangan global maupun nasional.

Rombongan JICA saat di pelabuhan Patimban.

Sementara itu, President Director PT Patimban Gateway Terminal, Pierre Avesque menegaskan bahwa Patimban bisa menjadi pengumpul layanan logistik atau Hub di Indonesia.

“Tetapi perlu kami tegaskan disini bahwa Tanjung Priok dan Patimban bukan saling bersaing tetapi saling melengkapi,” ucap Pierre.

Ditempat yang sama, perwakilan dari Japan International Coorporation Agency (JICA) mengatakan bahwa teknologi di Pelabuhan Patimban saat ini sudah sangat terkenal di gunakan di Jepang, dan baru pertama kali di gunakan di Indonesia.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *