LOGISTIKNEWS.ID- Pelabuhan Belawan yang terletak di Sumatera Utara (Sumut) memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas logistik internasional maupun domestik untuk percepatan lalu lintas kargo dalam kerangka memastikan kelancaran rantai pasok (supply chain) mulai dari bahan baku, pabrik (hinterland), distributor, hingga konsumen akhir.
Salah satu yang memiliki magnet tersendiri di pelabuhan Belawan yakni cukup ramainya aktivitas general cargo, bag cargo, curah cair maupun curah kering yang dalam operasionalnya di tangani oleh PT Pelindo Multi Terminal (PMT).
Pelindo Multi Terminal merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) yang fokus pada pengelolaan operasional terminal non-petikemas atau multipurpose. PMT dalam kegiatan operasionalnya mengelola 33 Branch yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Makassar.
Berjarak sekitar 30-an kilometer dan bisa ditempuh 40 menitan dari pusat Kota Medan, Terminal Multipuprpose pelabuhan Belawan juga sebagai penopang aktivitas layanan kargo curah cair dan curah kering dari daerah lainnya seperti Aceh maupun Teluk Bayur Sumatera Barat.
Ramainya aktivitas multipurpose di Pelabuhan Belawan nampak terasa saat Logistiknews.id, meninjau langsung Terminal Multipurpose yang berada Dermaga Ujung Baru 1 dan Dermaga Ujung Baru 2, pada Rabu siang (7/10/2026).
Pada kesempatan itu, Jefriansyah selaku Deputi Branch Manager Operasi 1 PTM Belawan dan Septiana Listiningrum selaku Deputi Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi PMT Belawan, menjabarkan secara rinci aktivitas bongkar muat kapal di Terminal Multipurpose PMT Branch Belawan.
Saat yang bersamaan, sejumlah kapal sedang melakukan bongkar di dermaga ujung baru 1 antara lain; Kapal Mandiri Delapan yang melakukan bongkar semen curah sebanyak 6.700 Ton dari Teluk Bayur, dan Kapal Sahabat yang sedang bongkar komoditi pupuk dari Gresik.
Di lokasi dermaga curah cair juga telah tersedia oil spil respon untuk mencegah potensi kebocoran (tumpahan) saat kegiatan bongkar muat kargo curah cair di lakukan yang menggunakan pipanisasi di terminal multipurpose Belawan.
Nampak Kapal Rezeki Bersama II (domestik) berkpasitas 6000 Ton juga sedang melakukan bongkar, kemudian kapal MT SuN 9 bermuatan 6900 ton sudah selesai dibongkar.
Terminal Multipurpose Belawan juga menjadi andalan dan penopang aktivitas curah cair, termasuk cruide palm oil (CPO) dan turunannya. Tidak kurang dari 33 kapal perbulan bongkar muat CPO dengan rata-rata 7000 -8000 Ton perkapal.
Di dermaga ujung baru 1, untuk aktivitas multiputlrpose memiliki panjang dermaga 365 meter dan bisa menampung 3 kapal, sedangka dermaga curah cair 500 meter dan bisa memampung 3 kapal.
Sementara di Dermaga Ujung Baru 2, pada Rabu (7/10/2026) sedang berlangsung kegiatan bongkar Kapal Belsakura yang bongkar pupuk (singapura) sebanyak 15 ribu ton, dan Kapal Simore bongkar pupuk curah (domestik), serta Kapal Tanker Bumi Indonesia bongkar turunan dari CPO dari Teluk Bayur.
Catat Kinerja Positif
Geliat di terminal multipurpose Belawan yang dikelola operasikan PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Belawan mencatat kinerja positif dalam pelayanan arus barang hingga Agustus 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas general cargo, bag cargo, dan curah kering yang dilayani di wilayah operasionalnya.
Bahkan, hingga Agustus 2026, trafik general cargo dan bag cargo tercatat sebesar 475.346 ton/m³, tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 390.907 ton/m³. Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan bongkar pupuk dalam kemasan (in bag) dan semen dalam kemasan (in bag).

Sementara itu, arus curah kering hingga Agustus 2026 mencapai 4,12 juta ton, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,6 juta ton.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat komoditas bungkil dan cangkang, termasuk untuk mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.
Dari sisi produktivitas, kinerja operasional general cargo hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 1.722 ton/ship/day (t/s/d). Sementara produktivitas layanan curah kering mencapai 6.110 ton/ship/day (t/s/d).
Capaian tersebut menunjukkan upaya Branch Belawan dalam menjaga efektivitas proses bongkar muat seiring dengan meningkatnya arus barang.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis, mengatakan peningkatan arus barang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan dan produktivitas operasional.
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat, kami terus melakukan penguatan pada proses layanan dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami berupaya agar kegiatan operasional dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan prosedur, dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujar Khoiruddin, saat ditemui di kantornya pada Rabu siang (7/10/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo Multi Terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional. Dengan meningkatnya aktivitas berbagai komoditas, penguatan koordinasi dan konsistensi penerapan standar operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran layanan.
Ke depan, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan terus mendorong optimalisasi produktivitas dan kualitas pelayanan untuk mendukung kelancaran arus barang serta aktivitas perdagangan dan industri di wilayah Sumatera Utara.
Dihubungi terpisah, Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Sumut, H. Dianto mengatakan aktivitas di pelabuhan Belawan kini sudah lebih baik dan kondusif.[am]













