LOGISTIKNEWS.ID- Perusahaan keagenan kapal di Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2026, yang dilaksanakan di Bogor Jawa Barat pada Senin (26/10/2026).
Rakernas yang mengambil tema ‘Membangun Ketangguhan dan Inovasi Berkelanjutan untuk Keagenan Kapal yang Profesional di Indoneaia’ itu d<span;>ihadiri sebanyak 250 peserta dari seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, saat membuka Rakernas ISAA 2026 tersebut, Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt Heru Susanto mengatakan, bahwa peran transportasi laut sangat vital mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Oleh karenanya, peran perusahaan keagenan kapal juga tidak bisa terpisahkan dalam hal tersebut dan sangat penting dalam mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan.l,”ujar Heru.
Diapun mengingatkan, selain kepatuhan pada regulasi, aspek manajemen keselamatan kapal dan sistem digitalisasi menjadi kunci utama terwujudnya pelayanan transportasi laut yang profesional, aman dan nyaman.
“Sebagai regulator, kami juga berharap Rakernas ISAA agar bisa berjalan lancar dan memberikan masukan positif pada Pemerintah,” ucap Capt Heru.
Pada kesempatan itu, Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesoa (Pelindo), Prasetiadi yang mewakili Dirut Pelindo Achmad Muchtasyar, mengatakan Pelindo berkomitmen menjaga pergerakan kapal yang dilayani di pelabuhan yang dikelola BUMN tersebut.
Menurutnya, peran ISAA sangat strategis dalam mendukung kelancaran pergerakan kapal, dan karenanya Pelindo berharap ISAA semakin profesional ditengah tantangan global sektor kemaritiman saat ini.
“Pelindo juga berkomitmen lebih profesional menjalankan proses bisnisnya. Dengan semangat kolaborasi, kami yakin Pelindo dan ISAA dapat bersama menumbuhkan perekonomian nasional,” ujar Prasetiadi.

Pada kesempatan yang sama Penasehat ISAA, Juswandi Kristanto, bercerita perjalanan ISAA selama 10 tahun terakhir (sejak 2017) yang mengalami berbagai dinamika dalam menjalani roda organisasi hingga bisa seperti saat ini.
“Alhamdulilah saat ini keberadaan ISAA sudah semakin eksis dan hadir di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua,” ujar Juswandi.
Ketua Umum DPP ISAA, Aris Hartoyo, menegaskan perlu dilakukan penataan ulang perizinan keagenan kapal atau SIUPKK yang disesuaikan dengan kebutuhan kondisi real di lapangan, yang melalui OSS atau online single submison.
“Saat ini supply and demand antara kegiatan dan jumlah perusahaan keagenan kapal di beberapa daerah sudah dirasakan tidak berimbang. Untuk itu perizinannya perlu di tata ulang,” ujar Ketum ISAA.[am]













