Aptrindo Jakarta Himbau Aspek Keamanan Truk di Jalan Butuh Perhatian Serius

  • Share
Dharmawan Witanto

LOGISTIKNEWS.ID- Faktor keamanan dan keselamatan angkutan barang dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok perlu mendapatkan perhatian serius dari semua stakehokders terkait, untuk menghindari aksi premanisme atau pencurian kelengkapan truk yang kerap dialami armada trucking saat terjadi kemacetan di jalur distribusi dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Dharmawan Witanto mengatakan, saat ini usaha trucking tidak hanya dihadapi persoalan fluktuasi order angkutan lantaran imbas perekonomian global, maupun soal penerapan ETLE terhadap angkutan barang.

“Tetapi disisi lain, Sopir truk kami juga dihadapi pada masalah keamanan di jalan terutama saat terjadi kemacetan. Pasalnya, kondisi kemacetan ini rawan terhadap terjadinya aksi premanisme dan pencurian kelengkapan Truk sebagaimana informasi yang dialami beberapa perusahaan anggota kami akhir-akhir ini,” ucap Akong panggilan akrab Dharmawan kepada Logistiknews id, pada Selasa pagi (20/10/2026).

Untuk itu, DPD Aptrindo DKI Jakarta mengimbau seluruh stkeholders maupun instansi berwenang dapat bersama-sama meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan di jalan agar pelaku usaha truk dari dan ke pelabuhan Priok dapat beroperasi lebih tenang dan lancar.

“Sebagai asosiasi pengusaha truk, Aptrindo akan terus berupaya mendukung kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke Priok. Namun disisi lain operator trucking juga berharap tidak ada gangguan apapun saat di jalan,” papar Akong.

Aptrindo DKI Jakarta, juga meminta agar sistem rekam Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE terhadap kendaraan angkutan barang dan logistik yang melakukan pelanggaran, harus berpedoman pada jumlah berat kombinasi diizinkan (JBKI).

Dharmawan menjelaskan, bahwa JBKI merupakan jumlah berat/beban truk sesuai pabrik. atau kemampuan tehnis mobil berdasarkan manufakturnya.

Dia menyampaikan mendukung penegakan hukum truk obesitas di jalan atau yang sering disebut over dimensi dan over load (ODOL) guna mewujudkan zero ODOL 2027. Namun, agar dilakukan sistem ETLE yang lebih fairnes dan berkeadilan bagi dunia usaha logistik.

“Dengan adanya kepastian hukum dan keamanan di jalan, kita ingin aktivitas logistik ini bisa bergerak positif sehingga bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat banyak,” tegas Ketua Aptrindo DKI Jakarta.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *