LOGISTIKNEWS.ID- Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI) Jawa Barat mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat untuk lebih aktif membangun ekosistem logistik di Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Dalam Rapimprov KADIN Jabar yang digelar di Bale Pakuan pada tanggal 24 September 2026 yg lalu, Sekretaris Umum DPW ALFI Jabar, Dudi Arisprijadi, mengatakan Jabar sudah memiliki infrastruktur kelas dunia, namun belum dimanfaatkan optimal karena ekosistemnya belum terbentuk.
“Pelabuhan Patimban sudah melayani kapal kontainer internasional MSC lebih dari 200 meter, dan Kertajati sudah siap jadi cargo hub. Tapi tanpa ekosistem, ini hanya jadi bangunan megah. Ekspor Jabar masih 80% lewat Tanjung Priok. Ini tidak efisien,” ujar Dudi,pada Rabu (29/9/2026).
Menurutnya, biaya logistik Jabar masih 21-23%, jauh di atas ideal ASEAN 12%. Padahal dengan Patimban dan Kertajati, biaya bisa dipangkas 30% jika ada konektivitas.
ALFI Jabar sebagai Leading Sector Logistik KADIN Jabar mencatat 3 masalah utama yakni: Belum ada rute pelayaran reguler yang konsisten di Patimban, dan Konektivitas trucking Patimban – Kawasan Industri Bekasi, Karawang, Purwakarta belum terintegrasi.
Selai itu, di Kertajati belum ada freighter reguler karena belum ada konsolidator kargo.
Menurut Wakil Ketua Umum Angkutan Barang DPW ALFI Jawa Barat, H. Marcos mengatakan saat ini belum adanya konektivitas Trucking dari dan ke Patimban menjadikan biaya transportasi menjadi tidak relevan dengan permintaan perusahaan manufaktur, sehingga antara demand dan supply tidak ketemu.
Menurutnya perlu keterlibatan KADIN yang merupakan induk dari asosiasi untuk mengkoordinasikan stakeholder yang ada.

Selanjutnya Dudi mengatakan, ALFI Jabar mendorong KADIN Jabar sebagai induk organisasi dunia usaha mengambil peran. ALFI Jabar sebagai leading sector logistik KADIN Jawa Barat siap menjadi operatornya.
Menurutnya, KADIN Jabar harus duduk bareng dengan PT. Pelabuhan Patimban Internasional (PT.PPI sebagai operator pelabuhan Patimban), KSOP Kelas II Patimban, PT BIJB Kertajati, Bea Cukai, dan asosiasi industri untuk berdiskusi.
ALFI Jabar juga mengusulkan 3 langkah konkret ke KADIN Jabar, dalam kaitan tersebut.
Pertama, Membentuk Badan Logistik Daerah (Balogda) Jawa Barat yang akan menjadi Badan yg mengatur pergerakan arus barang di Jawa Barat.
Kedua, Memberikan insentif bagi anggota KADIN yang ekspor-impor via Patimban dan Kertajati.
Ketiga, Menyediakan platform digital logistik untuk integrasi data.
“Jika itu semua bisa terealisasi, kami yakin dalam 1 tahun, Patimban bisa melayani 100.000 TEUs dan Kertajati bisa 20.000 ton kargo. Ini akan jadi legacy untuk KADIN Jabar,” ucap Dudi.[am)













