Ekonomi Nasional Tumbuh 5,47%, Bisnis Logistik Prospektif

  • Share
Ketua Umum ALFI Jakarta, Adil Karim SE,CPSM

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha logistik di Jakarta optimistis aktivitas logistik hingga akhir tahun ini tumbuh positif dan perekonomian nasional tetap stabil ditengah tekanan geopolitik dan ekonomi global.

Apalagi Bank Indonesia telah merilis bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta pada kuarta III tahun 2026 Indonesia mencapai 5,71% atau melampaui rerata pertumbuhan  nasional yang hanya 5,21%.

“Pelaku usaha logistik optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini masih positif dibanding tahun lalu. Hal ini juga dapat dirasakan dengan pergerakan arus barang yang tumbuh melalui pelabuhan Tanjung Priok, mengingat lebih dari 65% aktivitas perdagangan ekspor impor maupun domestik dilakukan melalui pelabuhan tersebut,” ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim pada Kamis (5/11/2026).

Dia mengungkapkan, pertumbuhan aktivitas logistik di pelabuhan Tanjung Priok itu bisa tercermin dari laporan para pengelola terminal peti kemas yang telah di sampaikan ke publik belum lama ini.

“Sebab pertumbuhan throughput di pelabuhan menjadi indikator bahwa aktivitas logistik juga bertumbuh yang multiplier efeknya juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,. Karenanya, kami juga meyakini bisnis logistik kedepan masih cerah” jelas Adil.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, operator terminal petikemas yakni IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan arus barang peti kemas (throughput) sampai dengan kuartal III/2026 sebanyak 2.836.445 TEUs, naik 8,2% (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.621.101 TEUs.

Bahkan di Terminal Tanjung Priok yang menjadi gerbang utama logistik, IPC TPK berhasil mencetak pertumbuhan rerata sebesar 9%.

Begitupun dengan realisasi volume petikemas melalui New Priok Container Terminal One (NPCT-1) selama periode Januari – September 2026 mencapai 1.243.951 twenty foot equivalent unit (TEUs) atau tumbuh 8% dibandingkan pencapaian periode yang sama pada 2025 yang tercatat 1.155.159 TEUs.

Terminal petikemas ekspor impor di pelabuhan Priok itu juga menargetkan mampu menghandle 1,6 juta TEUs pada tahun ini.

Menurut Adil, pergerakan arus petikemas di kedua fasilitas terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok itu sudah bisa mencerminkan terjadinya pertumbuhan aktivitas logistik hingga kuartal ke III, bahkan ada optimisme proyeksi pertumbuhan hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen sepanjang kuartal III 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) bila dibandingkan kuartal III 2025 yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2026 yang tumbuh 5,29 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edhy Mahmud dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026), mengemukakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 3 2026 bila dibandingkan dengan triwulan 3 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,47 persen.

Adapun dari sisi lapangan usaha, industri penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi adalah pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Kelima industri ini menyumbang sekitar 65,31 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi mitra dagang Indonesia pada kuartal III 2026 tercatat beragam, yakni China yang tumbuh 4,5 persen, Singapura 5,4 persen, Malaysia 5,3 persen, Vietnam 10 persen, Korea Selatan 3,4 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *