Yukki : ALFI Dukung Menko Luhut ‘Buldozerin’ yang Halangi NLE

  • Share
Yukki Nugrahawan Hanafi

JAKARTA – Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang tidak akan mentolerir terhadap pihak-pihak yang menghalangi implementasi NLE.

Saat peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) pada Kamis (18/3/2021), Menko Luhut juga mengingatkan bakal ‘membuldozer‘ siapa saja yang menghalangi program sistem NLE tersebut.

“Kita sangat dukung pernyataan pak Menko Luhut. Apalagi sejak awal, ALFI berkomitmen terus mendorong bagaimana supaya sistem NLE ini bisa segera diterapkan di Indonesia,” ujar Yukki melalui keterangan resminya pada Jumat (19/3/2021).

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight & Forwarder Association/AFFA itu, mengatakan NLE adalah sistem kolaborasi yang mengharmonisasikan agar prosedur logistik ekspor impor maupun domestik dapat berjalan lebih efektif dan efisien melalui dulungan digitalisasi.

NLE juga merupakan ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang/flow of goods dengan dokumen internasional/flow of documents, sejak kedatangan sarana pengangkut (kapal/ pesawat) hingga barang keluar dari pelabuhan dan tiba di gudang.

“Semuanya bisa diproses secara digital sehingga memudahkan para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan, baik kegiatan domestik maupun kegiatan ekspor-impor,” ucap Yukki.

Tertinggal Singapura

Sebagaimana diketahui, bahwa di Singapura biaya logistik hanya 13 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara Indonesia, mencapai 25,3 persen.

Perbedaan biaya logistik di RI dengan Singapura yang cukup signifikan itu, atau lebih dari 10 persen itupun membuat Menko Luhut, gusar.

Untuk itulah, kata dia, Pemerintah memacu pengembangan ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE) agar distribusi barang dan jasa makin efisien.

Sebagai pilot project dari program NLE itu,  Batam Logistic Ecosystem (BLE) telah diluncurkan pada Kamis (18/3/2021).

“Pemerintah ingin agar delapan pelabuhan besar masuk ke sistem national logistic ecosystem (NLE) ini. <span;>Kita mau tahun ini jadi, Pokoknya kita bisa. Siapa yang menghalangi, kita buldozerin,” kata Luhut.

Ke delapan pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Patimban Jawa Barat, dan Tanjung Emas Jawa Tengah. Selain itu ada Tanjung Perak Jawa Timur, Makassar Sulawesi Selatan, dan Belawan Medan Sumatera Utara.(Lognews)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.