Kemacetan Priok Masih Jadi Momok Aktivitas Logistik, Kenapa ?

  • Share
Capt Wisnu Handoko, Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA – Pengusaha Truk Logistik di pelabuhan Tanjung Priok masih mengeluhkan kemacetan yang sering terjadi di dalam pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Sudirman mengeluhkan kemacetan di pelabuhan Priok yang masih terjadi hingga saat ini.

Pemicunya, kata dia, selain tidak optimalnya penataan sisi darat di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu, namun masih buruknya pengelolaan sistem IT (informasi dan teknologi) yang disediakan oleh regulator maupun oleh operator di pelabuhan.

“Baru-baru ini saja kami dirugikan sistem yang berkaitan dengan kepabeanan mengalami eror, begitupun yang terjadi di salah satu operator terminal peti kemas di Priok. Terus terang kami pengusaha Truk rugi semua akibat ini.Siapa yang mau bayar semua kerugian ini,” tanya Sudirman, saat dialog Kepelabuhanan yang diselenggarakan Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (23/3/2021).

Dialog tersebut dibuka langsung oleh Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko.

Sudirman menegaskan, selama ini tidak ada yang memerhatikan keluhan para operator trucking menyangkut kemacetan di pelabuhan Priok.

“Tidak ada yang membela kami. Itu yang kami rasakan. Jangan sampai kami bersurat ke Menko yang ngurusin soal pelabuhan dan transportasi ini. Priok ini jalur vital logistik tetapi bisnis trucking masih sering terganggu,” papar Sudirman.

Oleh sebab itu, Aptrindo DKI mendesak program penataan pelabuhan Tanjung Priok harus betul-betul di optimalkan.

Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan asosiasinya mendorong penataan pelabuhan Priok dapat direalisasikan sebaik-baiknya termasuk yang menyangkut Single Truck Identity Document (TID) dan Inner Road Buffer Truk  yang eksisting di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Harusnya semua program penataan itu leader-nya pihak kantor Otoritas Pelabuhan. Instansi itu bisa dibilang Gubernur Jenderal-nya pelabuhan Priok,” tandas Adil Karim.

National Logistic Ecosystem

Adil juga menyebutkan bahwa penataan sisi darat Tanjung Priok tidak bisa ditawar-tawar lagi lantaran saat ini Pemerintah telah meluncurkan National Logistic Ecosystem (NLE).

“Selain itu service level agrement dan service level guarante (SLA/SLG) di Priok harus dibenahi dan dijalankan dengan benar,” paparnya.

Terkait konsentrasi digitalisasi berbasis IT di Priok, Adil mengatakan perlu dilakukan koordinasi dengan asosiasi dan stakeholders terkait di pelabuhan Priok.

“Jangan sampai ada ego sektoral. Kita diberi waktu empat tahun untuk bisa semuanya terkoneksi dengan NLE,” ucapnya.

General Manager IPC Tanjung Priok, Guna Mulyana pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa meningkatknya trafik sisi darat di Priok juga tidak terlepas dari peningkatan arus kunjungan kapal dan barang melalui pelabuhan Priok.

Pada Dialog itu, nara sumber lainnya, yakni Ketua Ikatan Eksportir Importir (IEI) Amalia, berharap kelancaran arus logistik dari dan pelabuhan Priok menjadi perhatian semua pihak terkait guna mengefisiensikan biaya logistik nasional.

Adapun yang mewakili Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta, Ogi Haris menyoroti soal free time kontainer, storage dan keterbatasan fasilitas lapangan penumpukan di Priok.

“Salah satu penyebab kemacetan juga dipicu karena ukuran kapal kontainer saat ini semakin besar,” ucapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *