Butuh Dukungan Peralatan Bongkar Muat & Muatan Balik

  • Share

BULI– Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus berupaya melakukan optimalisasi Tol Laut. Salah satunya dengan menggandeng instansi dan stakeholder terkait untuk terus melaksanakan evaluasi dan koordinasi dalam optimalisasi muatan balik tol laut.

Evaluasi Tol Laut juga dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Buli, Halmahera Timur.

Menurut Kepala Kantor UPP Kelas III Buli, Anwar Sahitua, berdasarkan hasil evaluasi, Program Tol Laut Tahun 2020 dengan menggunakan Kapal KM. Logistik Nusantara 5, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Halmahera Timur.

Namun demikian, Anwar mengakui bahwa masih terdapat kendala-kendala seperti kurangnya fasilitas bongkar muat serta muatan balik yang masih belum optimal.

“Untuk itu, kami ajak Instansi serta stakeholder terkait untuk berkoordinasi dan membentuk tim bersama dalam rangka mengoptimalkan muatan balik Tol Laut dari Pelabuhan Buli,” ujarnya melalui keterangan pers-nya pada Kamis (25/3/2021).

Anwar mengungkapkan, masalah yang dihadapi selain sedikitnya muatan balik adalah kendala dan keterlambatan kegiatan di lapangan dikarenakan kurang memadainya fasilitas bongkar muat.

Terkait hal tersebut, dia menyatakan pihaknya siap membantu menyediakan fasilitas Pelabuhan, terutama di sisi darat sebagai area bongkar kontainer, serta fasilitas peralatan bongkar muat berupa alat berat.

“Kami sudah mengusulkan pengadaan Peralatan Bongkar Muat seperti Forklift, Crane, dan Mobil Tronton, sehingga dapat mengatasi kendala dan dapat memudahkan kegiatan bongkar muat,” katanya.

Adapun terkait muatan balik, Anwar menjelaskan, bahwa pada tahun 2020 hasil komoditi yang dikirim ke Surabaya adalah Kopra sebanyak 1.188 Ton, hasil kayu olahan sebanyak 648 ton, dan hasil perikanan dan kelautan sebanyak 45 ton ikan.

“Jumlah ini masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan hasil Kopra di Halmahera Timur yang dalam satu tahunnya bisa mencapai 4.800 Ton. Selain itu, masih banyak juga komoditi daerah yang belum tersentuh secara maksimal oleh pengusaha, seperti rumput laut, serta hasil pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.