Single TID Pelabuhan Priok, Molor Lagi ?

  • Share

JAKARTA – Rencana implementasi identitas tunggal truk atau Single Truck Identity Document (TID) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok diyakini bisa menekan tingkat kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas angkutan barang di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Namun sayangnya, hingga memasuki triwulan kedua atau April tahun ini, rencana penerapan single TID di Pelabuhan Tanjung Priok belum juga diterapkan alias masih sebatas wacana.

Padahal sejumlah operator trucking di pelabuhan Tanjung Priok mengaku telah siap mengikuti persyaratan single TID.

“Terkait single TID di Priok itu jadi gak sih?. Kok sampai saat ini belum juga diterapkan.Kami operator truk telah diinpokan oleh asosiasi terkait mengenai rencana tersebut untuk melengkapi berbagai dokumen pendukung operasional truk supaya bisa terintegrasi dengan single TID. Tapi sampai sekarang ini belum ada kelanjutannya bagaimana nasib single TID di Priok itu,” kata salah seorang pengurus trucking yang ditemui logistiknews.id, di kawasan Tanjung Priok pada Kamis (1/4/2021).

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia II / IPC cabang Tanjung Priok, menargetkan penggunaan identitas tunggal Truk atau Single Truck Identitiy Document (TID) terhadap Truk yang melayani pengangkutan peti kemas dari dan ke seluruh terminal peti kemas di pelabuhan Priok dapat diterapkan pada Maret 2021.

Hal tersebut disampaikan General Manager IPC cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana dalam bincang-bincang virtual maupun offline bertema ‘Lebih Dekat dengan IPC cabang Tanjung Priok’ pada Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan, saat ini TID yang masih digunakan oleh Truk pengangkut peti kemas di pelabuhan Priok belum seragam karena masing-masing pengelola terminal peti kemas menerbitkan TID-nya sendiri, sehingga tidak bisa digunakan di terminal berbeda.

“Kami ingin kedepannya siapapun atau armada Truk apapun yang masuk Priok itu harus sudah clear dengan Single TID,” tegas Guna.

Kedepan, imbuhnya, Single TID di Priok bukan cuma diterapkan untuk kontainer tetapi juga untuk non kontainer. Hingga kini, manajemen IPC Tanjung Priok terus memprogres persiapan digitalisasi implementasi Single TID itu secara optimalkan.

“Mudah-mudahan Single TID itu bisa kami implementasikan pada Maret tahun ini di pelabuhan Priok. TID juga berlaku sebagai pas masuk (gate pass) di pelabuhan, sehingga Trucking tidak perlu lagi banyak-banyak kartu,” ucap GM Priok.

Dalam satu kesempatan kepada logistiknews.id, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Soedirman mengakui, asosiasinya telah secara marathon mengikuti pertemuan pembahasan single TID di pelabuhan Priok dengan manajemen IPC/Pelindo Tanjung Priok.

Berdasarkan catatan redaksi, program pencanangan Single TID sudah cukup lama diluncurkan di pelabuhan Tanjung Priok yakni sejak tahun 2019, namun dalam perjalanannya membutuhkan waktu untuk interkonetivitas sistem antar terminal peti kemas yang ada di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

TID merupakan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Adapun di pelabuhan Tanjung Priok saat ini terdapat lima pengelola fasilitas terminal peti kemas/kontainer yakni, Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Tanjung Priok.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.