WIMA-INA, Mengabdi Memajukan Kemaritiman Nasional & Berdayakan Perempuan RI

  • Share

JAKARTA – Woman In Maritime indonesia (WIMA-INA) berkomitmen terus menyokong peningkatan peranan Wanita dibidang Maritim untuk membangun kembali dan meningkatkan Budaya Maritim di Indonesia.

Pasalnya, Wanita dapat menjadi pendorong utama terbangunnya Budaya Maritim dengan cara menanamkan Budaya Maritim dari rumah dan mendorong anak cucunya untuk berani kembali ke laut.

Di latar belakangi kenyataan tersebut, Chandra Motik, pakar Kelautan dan Kemaritiman yang sangat langka di Indonesia, dalam perannya sebagai aktifis dan praktisi di kelautan dan kemaritiman, aktif menggaungkan baik kepada Pemerintah maupun Masyarakat agar Bangsa Indonesia kembali ke laut dan membangun Budaya Maritim demi mewujudkan Indonesia sebagai Negara Maritim.

Dalam salah satu aktifitasnya, yaitu pada bulan Februari 2015 saat bertugas menjadi salah satu Perumus ratifikasi Konvensi Ballast Water di Filipina, Chandra Motik bertemu dengan Brenda Pimentel, pendiri Woman In Maritime Philipina dan kemudian menggagas pendirian organisasi yang sama di Indonesia, untuk selanjutnya juga dikembangkan ke Negara-negara lain.

Sekembalinya ke Indonesia, bersama dengan Carmelita Hartoto (professional dibidang Maritim yang juga Ketua INSA), Hani Cahyanti (Konsultan Hukum di bidang Kemaritiman) dan juga Tresna Pardosi (Prakitis Kemaritiman) mengumpulkan beberapa Praktisi wanita di bidang Kemaritiman untuk kemudian membentuk Organisasi WIMA (Woman in Maritime) Indonesia dengan Akte Notaris No. 3 tahun tanggal 18 September 2015 dengan nama- nama berikut sebagai pendirinya: Chandra Motik, Carmelita Hartoto, Hani Cahyanti, Tresna Pardosi,Yenni Destari, Yanti Agustinova,Een Nuraini Saidah,Meggy Tri Buana,Chritstiana Yustita.

WIMA-INA ingin menjadikan organisasi itu sebagai partner yang sejajar dengan stake holder Kemaritiman Indonesia. Selain itu, membangun kembali Budaya Maritim di Indonesia, Meningkatkan profesionalitas dan peran wanita di Industri dan jasa Maritim dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Maritim, Memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai kemaritiman, Memberdayakan para Istri dan keluarga pelaut yang ditinggal suami bekerja dilaut.

Aktivitas Reguler

Berbagai kegiatan maupun aktifitas WIMA-INA telah secara reguler dilaksanakan dan mendapat apresiasi Pemerintah RI.

Baru-baru ini, WIMA INA memberikan Pelatihan Tata Rias dan Menjahit untuk perempuan Disabilitas dalam rangka menyambut Hari Kartini pada 21 April.

Menurut Ketua Umum WIMA-INA, Dr. Chandra Motik, SH, M.Sc, Pemberdayaan Perempuan untuk dapat lebih berperan dalam industri maritim merupakan bentuk apresiasi terhadap para perempuan agar dapat bersinergi dan saling mendukung satu sama lain.

“Hampir setiap bidang sudah dimasuki perempuan, Di Industri maritim sendiri memiliki cakupan yang sangat luas, dari sektor transportasi pelabuhan dan perusahaan pelayaran,” ucap Chandra Motik.

Menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2021, WIMA INA memberikan warna berbeda,  dengan memberikan Apresiasi kepada Penyandang Disabilitas.

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan dampak perlambatan ekonomi yang semakin meluas di masyarakat, tak terkecuali para perempuan penyandang disabilitas yang selama ini menjadi bagian dari tulang punggung perekonomian keluarga.

Demikian halnya, tak sedikit kaum perempuan yang terpaksa mengambil peran untuk menghidupi keluarganya dan tulang punggung perekonomian keluarga mereka harus kehilangan mata pencaharian.

Setelah memberikan Pelatihan Memasak (6 Maret 2021) Pada kesempatan ini WIMA INA bekerja sama dengan Wardah dan PPKPI memberikan pembekalan dengan pelatihan Tata Rias dan Menjahit dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kreatifitas dan kemandirian.

“Selain Pelatihan dan pendampingan WIMA INA dan Wardah memberikan alat perlengkapan alat make up dan alat menjahit agar setelah pelatihan dapat langsung dimanfaatkan untuk modal berusaha menyambut bulan Ramadhan,” kata Carmelita Hartoto (Wakil Ketua Umum WIMA INA).

Ungkapan haru bercampur bahagia dari salah satu peserta pelatihan Miya yang juga Ketua Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia.

Dia mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar WIMA INA dan Wardah serta atas kesempatan pelatihan, pendampingan serta pemberian alat tata rias wajah dan kesempatan untuk bisa memulai usaha. Kami berjanji untuk menjalankan amanah dan harapan WIMA INA untuk tetap semangat dan berkreatif demi kelangsungan hidup keluarga kami.

“Dengan konsep 3 P (Pelatihan, Pendampingan dan Pemasaran) WIMA-INA berharap  perempuan kreatif di sektor maritim dapat terbantu untuk mandiri mendorong pemulihan ekonomi  masa pandemi covid 19,” ucap Chandra Motik.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.