JICT & TPK Koja Umumkan Penyesuaian Tarif ke Pengguna Jasa

  • Share
Tumpukan Peti Kemas di Jakarta International Container Terminal

JAKARTA – Manajemen Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja telah mengumumkan kepada seluruh pengguna jasa terkait penyesuaian tarif pelayanan lift on-lift off (Lo-Lo) dan penumpukan atau storage peti kemas internasional di terminalnya.

Penyesuaian tarif tersebut berlaku mulai per kedatangan kapal di pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 00.00 Wib tanggal 15 April 2021.

Pengumuman itu tertuang melalui Surat Edaran PT JICT Nomor:HM.608/I/12/JICT/2021 tentang Penyesuaian Tarif Pelayanan Jasa Peti Kemas di PT JICT. Surat Edaran PT JICT itu ditandatangani Dirut JICT Ade Hartono pada 8 April 2021.

Surat Edaran serupa juga telah disampaikan TPK Koja kepada pengguna jasa melalui SE No:0159/TPKK/GM/IV/2021 yang ditandatangani General Manager TPK Koja Achmad Syaichu pada 8 April 2021.

Pengumuman yang disampaikan oleh manajemen JICT maupun TPK Koja itu merujuk pada Surat Keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia II /IPC (Persero) No: PU.05.02/1/4/3/TRF/KOM/PI.2-21 tanggal 1 April 2021 tentang Perubahan Keenam Atas Keputusan Direksi PT Pelindo II/IPC Nomor: HK 56/3/2/PI.2-08 tentang Tarif Pelayanan Jasa Peti Kemas pada Terminal Petikemas di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Terhitung 15 April 2021, untuk pelayanan Lo-Lo peti kemas berukuran 20 kaki yang sebelumnya Rp 187.500/bok menjadi Rp 285 500/bok. Sedangkan untuk peti kemas 40 kaki akan menjadi Rp 428.250/bok dari sebelumnya Rp 281.300/bok.

Adapun tarif dasar storage dari Rp 27.200/bok/hari untuk peti kemas 20 kaki menjadi Rp 42.500/bok/hari. Sedangkan untuk peti kemas 40 kaki yang sebelumnya Rp 54.400/bok/hari akan menjadi Rp 85.000/bok/hari.

Penyesuaian tersebut hanya berlaku untuk pelayanan peti kemas internasional atau ekspor impor.

Dengan berlakunya tarif  baru tersebut IPC juga menghilangkan cost recovery Rp 75.000 perbok yang selama ini dibebankan kepada pemilik barang.

Selain itu tarif progresif juga hanya dikenakan maksimal 600 persen dari sebelumnya 900 persen terhadap peti kemas dengan masa tiga hari penumpukan dan seterusnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.