LOGISTIKNEWS.ID- Terminal petikemas di pelabuhan Teluk Bayur, telah melayani 27.188 twenty foot equivalent units (TEUs) pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 5,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 25.814 TEUs.
Pertumbuhan arus peti kemas di Terminal Petikemas Teluk Bayur itu menunjukkan tren positif produktivitas pada awal tahunnya dan menjadi indikator menguatnya aktivitas logistik di wilayah Sumatera Barat, seiring peningkatan kinerja perdagangan luar negeri.
Data IPC TPK menyebutkan, bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya arus barang maupun peti kemas melalui pelabuhan Teluk Bayur.
Adapun peningkatan throughput terutama ditopang oleh lonjakan ekspor sejumlah komoditas unggulan.
Volume petikemas bermuatan gambier dan palm fatty tercatat melonjak lebih dari 100%, diikuti komoditas karet yang tumbuh 6,18% serta pakan ternak sebesar 2,34%.
Sebagai terminal petikemas utama di wilayah Teluk Bayur, IPC TPK akan terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah dinamika operasional pelabuhan.
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat turut mengonfirmasi tren positif tersebut. Pada periode Januari–Februari 2026, nilai ekspor tercatat meningkat 42,94%, sementara impor melonjak 110,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun sejumlah negara seperti India, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor, sedangkan impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Kanada.[am]













