Semoga Tak Molor Lagi, Implementasi Single TID Priok Bakal di Launching Juni ?

  • Share
Truk Trailer Parkir di Jalan di areal Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA – Implementasi identitas tunggal trucking atau single truck identity document (TID) di Pelabuhan Tanjung Priok dijadwalkan bakal di launching pada Juni 2021.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, H Soedirman setelah pihaknya mendapat informasi kepastian dari manajemen Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC cabang Tanjung Priok mengenai hal itu.

“Masih diproses terus oleh Pelindo II/IPC Priok, kalau dari sisi kami pengusaha truk (Aptrindo) sudah siap 100 persen,” ujar Soedirman, kepada logistiknews.id, pada Senin (24/5/2021).

Ketua Aptrindo DKI Jakarta, Soedirman

Dia mengatakan, koordinasi antara Tim yang menangani sistem IT di IPC Tanjung Priok dan Aptrindo DKI juga terus dilakukan, bahkan sudah pada tahapan dilakukan simulasi mengenai single TID itu.

“Bahkan sudah disiapkan ruangan atau loket khusus untuk pelayanan single TID itu. Kalau tidak salah tempatnya di terminal penumpang pelabuhan Priok,” ucap Soedirman.

Dia memaklumi bahwa implementasi single TID di Priok sempat tertunda beberapa waktu lantaran masih harus dilaukan penyesuaian-penyesuaian di semua opertor terminal peti kemas di pelabuhan Priok, termasuk proses perizinan untuk penerbitan kartu Single TID oleh Bank Indonesia yang mencantumkan logo instansi/otoritas di Priok.

“Informasi yang kami terima, kini semuanya sudah bisa diselesaikan prosesnya. Mudah-mudahan bulan depan (Juni) sudah bisa di launching atau go live,” tuturnya.

PT Pelabuhan Indonesia II / IPC cabang Tanjung Priok, sebelumnya menargetkan penggunaan identitas tunggal Truk atau Single Truck Identitiy Document (TID) terhadap Truk yang melayani pengangkutan peti kemas dari dan ke seluruh terminal peti kemas di pelabuhan Priok dapat diterapkan pada Maret 2021.

Hal tersebut disampaikan General Manager IPC cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana dalam bincang-bincang virtual maupun offline bertema ‘Lebih Dekat dengan IPC cabang Tanjung Priok‘ pada akhir Februari lalu.

Dia menjelaskan, saat ini TID yang masih digunakan oleh Truk pengangkut peti kemas di pelabuhan Priok belum seragam karena masing-masing pengelola terminal peti kemas menerbitkan TID-nya sendiri, sehingga tidak bisa digunakan di terminal berbeda.

‘Kami ingin kedepannya siapapun atau armada Truk apapun yang masuk Priok itu harus sudah clear dengan Single TID,” tegasnya.

Adapun di pelabuhan Tanjung Priok saat ini terdapat lima pengelola fasilitas terminal peti kemas/kontainer yakni, Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Tanjung Priok.

“Kedepan, Single TID di Priok bukan cuma diterapkan untuk kontainer tetapi juga untuk non kontainer,” ungkapnya.

Guna mengemukakan, TID merupakan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.