Hubla Bangun Kapal Wisata Bottom Glass

  • Share
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha

JAKARTA – Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak Pandemi Covid-19 dengan adanya pemberlakuan pembatasan sosial dan perjalanan.

Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya mendukung Program Kerja Pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo untuk membangkitkan kembali sektor Pariwisata Indonesia.

Salah satunya dengan membangun Kapal Wisata Bottom Glass, yang akan segera dioperasikan untuk menunjang kegiatan pariwisata super prioritas Likupang, Sulawesi Utara dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Pembangunan Kapal Wisata Bottom Glass ini merupakan wujud nyata upaya Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan arahan Presiden RI untuk membangun sarana pariwisata maritim, dalam hal ini berupa Kapal Wisata, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam meningkatkan usaha pariwisata,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, dikutip melalui keterangan pers-nya, Sabtu (5/6/2021).

Arif menjelaskan, Kapal Wisata Bottom Glass adalah jenis kapal yang dilengkapi dengan kaca pada bagian abwah kapal dengan Standar Pengaturan Klasifikasi Indonesia (BKI) Volume VII Rules for Small Vessels up to 24 Meters sebagai jenis kapal penumpang.

“Kapal jenis ini merupakan yang pertama kalinya  di Indonesia dan merupakan hasil karya putra putri terbaik Bangsa dari Institut Teknologi Surabaya (ITS),” ujarnya.

Kapal Wisata Bottom Glass, lanjut Arif, dibangun sebanyak empat unit, yang terdiri dari dua jenis Catamaran dengan Dual Hull dan dua jenis Trimaran dengan Triple Hull. Masing-masing kapal tersebut memiliki kaca pada lambung bagian tengahnya.

“Dua Kapal Catamaran rencananya akan dioperasikan di wilayah Labuan Bajo, NTT. Sedangkan dua kapal Trimaran akan dioperasikan di wilayah Likupang, Sulawesi Utara,” terangnya.

Arif berharap, Pembangunan Kapal Wisata Bottom Glass yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan ini dapat dilanjutkan dengan pengelolaan, pemanfaatan, serta pengoperasian yang baik.

“Diperlukan strategi yang baik agar pemanfaatan Kapal Wisata Bottom Glass ini dapat mendukung peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata,”ucapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.