Ryano: Kontainer Limbah Mangkrak Setahun Lebih, Pengusaha Gudang Lini 2 Priok Tekor

  • Share
Ryano Panjaitan

JAKARTA – Berlarut larutnya masalah penyelesaian kontainer limbah impor yang mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sangat merugikan banyak pihak.

Pegiat dan Pemerhati Logistik, Ryano Panjaitan mengungkapkan, akibat terbengkalainya penyelesaian kontainer limbah B3 itu, resiko pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan kerja di tempat penimbunan sementara (TPS) di lingkungan pelabuhan tersibuk di Indonesia itu, kian menghantui.

Pasalnya, kata dia, ratusan kontainer limbah tersebut sudah mangkrak tersimpan di lapangan TPS kawasan pabean pelabuhan Priok telah lebih dari setahun lantaran hingga kini tidak ada kejelasan penyelesaian dari pihak importirnya.

Menurutnya, instansi berwenang dalam hal ini seperti Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga belum mengambil action signifikan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Padahal, regulasi dalam penyelesaian masalah kontainer limbah mengandung B3 di pelabuhan Priok, seharusnya dapat mengacu pada upaya menjamin kelancaran arus barang dari dan ke pelabuhan tersebut,” ujar Ryano, pada Selasa (22/6/2021).

Disisi lain, imbuhnya, diperlukan niat baik dan komitmen importir bersangkutan dalam menyelesaikan atau mengurus kontainer-kontainer bermasalah itu.

Sebab, para operator TPS di pelabuhan Priok hingga kini yang paling merasakan dampaknya atas kondisi mangkraknya ratusan kontainer limbah B3 bermasalah itu.

Dia mengungkapkan, selain kerugian berupa berkurangnya penggunaan space lapangan TPS, biaya penumpukan yang belum dibayarkan pihak importir sejak kontainer tersebut masuk ke TPS hingga sekarang ini jumlahnya juga tidak sedikit, yakni mencapai ratusan milliar rupiah.

“Kondisi tersebut berimbas pada kerugian financial operator TPS, dan juga menyebabkan space untuk penumpukan di lapangan berkurang sehingga sebagian lapangan menjadi idle,” tegas Ryano.

Oleh sebab itu, pemerintah dan instansi berwenang mesti segera melakukan action dalam mencari solusi permasalahan kontainer limbah B3 di pelabuhan Priok yang telah terkatung-katung selama lebih setahun tersebut.

“Kedepannya, pemberian izin terhadap kegiatan importasi jenis barang tersebut juga harus lebih hati-hati lantaran dampaknya sangat membahayakan keselamatan lingkungan kerja pelabuhan dan berpotensi mencemarkan lingkungan,” ucap Ryano.

Tidak Dilibatkan

Ryano Panjaitan selaku Presdir Agung Logistics, juga menyoroti adanya Hasil Rapat Satgas Impor Limbah non B3 yang diselenggarakan di Jakarta pada awal bulan Juni ini.

Sebagai salah satu pelaku usaha Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Pelabuhan Tanjung Priok, pihaknya juga menyayangkan lantaran tidak dilibatkannya para operator TPS dalam rapat tersebut.

Dia menyebutkan, dalam rapat itu menghasilkan enam usulan keputusan untuk menyelesaikan masalah kontainer impor limbah di pelabuhan Tanjung Priok, yakni dimana PT NHI sebagai pihak importir.

“Kami sangat menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Impor Limbah B3 untuk menyelesaikan masalah kontainer limbah B3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun sangat disayangkan kami Para pengusaha TPS atau gudang lini 2 adalah pihak yang paling terdampak akibat berlarut-larut nya penyelesaian kontainer limbah tersebut, kok tidak di undang dalam rapat Satgas Impor Limbah B3 tersebut,” ucap Ryano.

Dia menegaskan, berlarutnya penyelesaian masalah kontainer limbah impor B3 yang sudah menghabiskan waktu satu tahun lebih menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para pengusaha TPS atau gudang lini 2 di pelabuhan Priok.

Dia mengungkapkan, kalau diakumulasikan kurang lebih total potensi kerugian dari semua pihak TPS atau gudang lini 2 bisa mencapai lebih dari Rp 100 miliar hingga sekarang ini, dan itu pun belum memperhitungkan opportunity cost.

“Kami harapkan agar Satgas dapat lebih cepat mencegah dan menindak importir yang melakukan kegiatan importasi bahan yang mengandung limbah B3 yang dapat membahayakan lingkungan hidup dan pencemaran di kawasan pelabuhan Priok itu,” ujar Ryano.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.