Graha Segara Siapkan Hico-Scan Canggih untuk Behandle Peti Kemas

  • Share

JAKARTA – Jika tidak ada aral melintang, kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas impor kategori jalur merah atau behandle di pelabuhan Tanjung Priok akan menggunakan alat tercanggih untuk pemeriksa otomatis atau Hico-Scan, pada akhir tahun ini.

Penggunaan Hico-Scan dengan tekhnologi terbaru tersebut dinilai bisa mempercepat pelayanan behandle importasi jalur merah, dan lebih efisien dari sisi waktu serta biaya.

“Mudah-mudahan bisa datang alatnya (Hico- Scan) itu pada Desember mendatang atau akhir tahun ini. Kini semua persiapannya terus berprogres, termasuk soal standard operasional procedure (SOP) sudah beberapa kali dibahas dengan asosiasi pengguna jasa (ALFI dan GINSI) DKI Jakarta,” ujar  Direktur PT TPFT Graha Segara, Wildan S Anwar dikonfirmasi pada Kamis (7/10/2021).

Dia menegaskan pengelola fasilitas behandle peti kemas impor di pelabuhan Priok siap mengimplementasikan layanan sesuai standar yang ditetapkan oleh Pemerintah, melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, maupun Badan Karantina Pertanian.

TPFT Graha Segara saat ini beroperasi sebagai fasilitas pelayanan pemeriksaan fisik peti kemas impor yang wajib periksa karantina dan kepabeanan atau behandle di pelabuhan Tanjung Priok.

Wakil Ketua Bidang Transportasi, Logistik dan Kepelabuhanan Kadin DKI Jakarta Widijanto mengatakan, telah mendengar informasi rencana penggunaan Hico-Scan peti kemas tersebut merupakan progam yang dicanangkan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut, sebab dengan kapasitas yang tersedia dan volume yang cukup tinggi saat ini sudah selayaknya pemeriksaan peti kemas jalur merah menggunakan digitalisasi atau IT, tidak lagi manual,” ujarnya.

Widijanto yang juga Wakil Ketua Bidang Kepabeanan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) itu juga berharap, terhadap layanan Hico-Scan seharusnya tidak menimbulkan biaya baru, lantaran biaya yang ada saat ini sudah tercantum pada invoice layanan behandle peti kemas impor jalur merah sudah dicantumkan meskipun melalui layanan manual atau menggunakan buruh pelabuhan.

“Tinggal dialihkan saja biaya buruh pelabuhan saat TKBM itu yang diperbantukan melaksanakan kegiatan behandle tersebut, jika pemeriksaan peti kemas dilaksanakan dengan Hico-Scan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, Kadin DKI sangat mengapresiasi rencana penggunaan Hico-Scan guna percepatan pemeriksaan behandle peti kemas impor jalur merah di pelabuhan Tanjung Priok.

“Dengan penggunaan Hico-Scan maka diharapkan produktivitas pemeriksaan peti kemas impor jalur merah bisa lebih cepat, sehingga biaya logistik bisa semakin efisien. Oleh karenanya kami minta kegiatan itu tidak ada biaya tambahan dari yang saat ini,” ucapnya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *