Asa Pelaku Logistik di 2023, Optimistis & Jangan Lengah

  • Share
Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim SE, CPSCM

LOGISTIKNEWS.ID – Pelaku usaha logistik nasional optimistis dan akan menyikapi lebih hati-hati agar tetap eksis ditengah isu krisis pangan dan energi global pada 2023.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan isu krisis global tahun depan diharapkan tidak terlalu berpengaruh signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang investasi, perdagangan domestik, konsusmsi dan daya beli dalam negeri bisa terjaga.

“Potensi domestik kita itu sangat besar, hal inilah yang kami yakini kita bisa tetap survive di tengah isu resesi global tahun depan. Tetapi kita tidak boleh lengah, tetap harus hati-hati,” ujar Adil Karim.

Dia juga mengatakan, untuk bisa survive, berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah seperti peningkatan keberadaan industri kecil dan menengah (IKM) serta hilirasi industri mesti terus dilakukan.

Hilirisasi, imbuh Adil, merupakan suatu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang kita miliki. Dengan adanya hilirisasi, kedepannya komoditas yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi.

“Pemerintah mesti memaksimalkan pertumbuhan ekonomi domestik dan konsisten dalam kebijakannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, termasuk soal hilirisasi industri itu,” ucap Adil.

Dia menjelaskan, Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu faktor yang memengaruhi meningkat atau menurunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia lantaran IKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Mengutip data Kementerian Koperasi dan UMKM, ujar Adil, IKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB yaitu 61,97% dari total PDB nasional atau setara dengan Rp. 8.500 triliun pada tahun 2020. Industri itu juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar yaitu 97% dari daya serap dunia usaha.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna terkait Perkembangan Perekonomian Tahun 2022 dan Proyeksi Perekonomian Tahun 2023 di Istana Kepresidenan, belum lama ini menyebutkan didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi G20, membuat Indonesia memiliki kemampuan untuk terus mengakselerasi pemulihan perekonomian.

Tercatat pada Q3-2022, pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai angka 5,72% (yoy) dan diproyeksikan sebesar 5,2% (yoy) pada akhir tahun.

“Kemudian kita harus mempersiapkan mengenai rantai pasok, memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, dan cuaca ekstrem. Terkait inflasi, inflasi diperkirakan terkendali dan kemarin sesudah 5,9%, kemudian 5,72%, dan terakhir 5,42%, dan diperkirakan sampai  akhir tahun bisa 5,34% hingga 5,5%. Tentu ini yang harus diperhatikan,” ujar Menko Airlangga.

Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 sebesar 5,3%, sejalan dengan proyeksi pada rentang 4,7% hingga 5,1% dari berbagai lembaga internasional. Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan  outlook perekonomian global tahun 2023 yang diperkirakan berada pada kisaran 2,2% hingga 2,7%.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *