Bea Cukai Priok: CEISA 4.0 Masih ‘Piloting’ & Sifatnya Voluntary

  • Share
Aktivitas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok.

LOGISTIKNEWS.ID – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan, sampai saat ini implementasi CEISA 4.0 di pelabuhan Tanjung Priok masih terus di uji coba.

“Statusnya (CEISA 4.0) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga sekarang ini masih piloting atau uji coba dan sifatnya voluntary,” ujar sumber di KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, dikonfirmasi Logistiknews.id, pada Jumat (5/1/2024).

Dia juga belum bisa memastikan kapan jadwal pastinya untuk mandatory penuh CEISA 4.0 di Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu lantaran hingga kini masih ada beberapa hal tehnis yang sedang dipersiapkan Tim IKC Ditjen Bea dan Cukai.

“Namun sampai saat ini, berdasarkan hasil monitoring dan informasi, bahwa kendala-kendala yang ditemukan dalam piloting tersebut mayoritas sudah dapat tertangani,” ucap sumber tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi saat ini, Bea Cukai meluncurkan CEISA 4.0, yakni suatu sistem yang digunakan untuk membuat dokumen pabean pengganti modul aplikasi seperti Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Tempat Penimbunan Berikat (TPB).

CEISA atau Customs-Excise Information System and Automation merupakan sistem kepabeanan dan cukai berbasis IT untuk memberikan layanan kepada pengguna jasa di Bea Cukai.

CEISA 4.0, yakni suatu sistem yang digunakan untuk membuat dokumen pabean dimana terdapat perubahan modul lama (untuk permohonan pengguna jasa) ke berbasis modul webbased CIESA 4.0 yang segera dimandatorikan.

Penerapan secara penuh atau mandatori CEISA tertuang dalam Keputusan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu No: KEP-160/BC/2023.

Beleid itu memandatorikan CEISA 4.0 pada layanan impor, ekspor, tempat penimbunan berikat (TPB), kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, voluntary declaration, perijinan prinsip, layanan perbendaharaan, manifes, layanan barang kiriman, dan layanan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

Sebelum dimandatorikan, CEISA 4.0  dilakukan evaluasi pelaksanaan uji coba (piloting) terhadap Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai secara bertahap.

Dukungan Pelaku Usaha

Kalangan pelaku usaha di pelabuhan Tanjung Priok, memberikan dukungan terhadap CEISA 4.0.

Bahkan, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta bersama dengan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, pada akhir November 2023 telah memberikan pelatihan teknologi CEISA 4.0 kepada perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) anggota DPW ALFI DKI Jakarta.

“Para perusahaan anggota ALFI DKI yang mengikuti pelatihan itu mayoritas berkecimpung di Pelabuhan Tanjung Priok maupun Bandara Soeta. Adapun trainernya melibatkan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok maupun Tim IKC Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu,” ujar Ketua ALFI DKI Jakarta Adil Karim.

Hal yang sama juga telah dilakukan Indonesia National Shipowners Association Jakarta Raya (INSA Jaya) yang menggelar Workshop terkait implementasi CEISA 4.0, di Jakarta pada pertengahan Desember 2023.

“Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan proses bisnis (probis) CEISA 4.0 kepada perusahaan pelayaran anggota INSA Jaya terkait sarana pengangkutnya,” ujar Sekretaris INSA Jaya, Erwin Y Zubir, pada kesempatan itu.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *