Bukan Omon-Omon, Ratusan Perusahaan Truk Bakal Layangkan Klaim Kerugian ke NPCT1 Hari Ini

  • Share
Truk Barang dan Logistik mengalami kemacetan di akses Tanjung Priok pada Kamis (17/4/2025).

LOGISTIKNEWS.ID – Ratusan perusahaan Truk pengangkut barang dan logistik yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyampaikan klaim kerugian atas kemacetan parah di Tanjung Priok selama tiga hari yakni pada 16-18 April 2025 yang terjadi akibat semerawutnya layanan receiving dan delivery (R/D) di New Priok Container Terminal One (NPCT-1).

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, sampai dengan Selasa kemarin (22/4/2025) sudah ada 99  perusahaan truk yang secara resmi (tertulis) menyatakan dampak kerugian atas kondisi kemacetan tersebut dan mengajukan klaim kerugian kepada NPCT-1, dan diperkirakan hingga Rabu hari ini jumlahnya terus bertambah mencapai ratusan perusahaan truk.

“Hingga Selasa kemarin, sudah ada 99 perusahaan truk yang (pengajuannya) klaim tersebut melalui Aptrindo DKI Jakarta untuk dilayangkan ke NPCT-1. Dan kami akan sampaikan kepada Manajemen NPCT-1 hari ini juga. Klaim ini baru tahap awal, dan akan menyusul (perusahaan truk) yang lainnya,” ucap Gemilang kepada Logistiknews.id, pada Rabu pagi (23/4/2025).

Kendati begitu, Gemilang tidak bersedia jika nama-nama perusahan truk tersebut di publish ke publik serta berapa besaran klaim yang dituntut para perusahaan truk di Jakarta tersebut, lantaran hal itu sudah masuk pada ranah tehnis termasuk nilai klaim yang diajukan oleh tiap perusahaan berbeda-beda.

“Kalau perusahaan truk apa saja dan berapa tuntutan klaimnya, itu sudah menyangkut tehnis antara Kami (pengusaha truk) dan manajemenen NPCT-1. Silahkan NPCT-1 merespon segera hal ini,” ungkap Gemilang sambil menunjukkan kepada Logistiknews.id, daftar perusahaan anggota Aptrindo yang secara resmi menuntut klaim ganti rugi kemacetan horor di kawasan pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Dia mengatakan, saat kemacetan luar biasa di Tanjung Priok terjadi, ada perusahaan yang ratusan unit armadanya terdampak melakukan kegiatan, ada juga yang puluhan unit.

“Jadi berbeda-beda, tergantung jumlah unit yang beroperasi saat itu, Jadi kalau di total jumlahnya bisa ribuan unit armada yang terdampak,” paparnya.

Berdasarkan data DPD Aptrindo DKI Jakarta, sebanyak 360-an perusahaan dengan jumlah armada sekitar 15.000-an unit telah tercatat sebagai anggota Aptrindo Jakarta.

Ketum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan. (Photo:Logistiknews.id)

Sebagaimana diberitakan, biang kerok macet horor di kawasan Tanjung Priok, salah satunya disebabkan kelebihan beban layanan receiving dan delivery petikemas di NPCT-1 dari yang biasanya rata-rata 2.500-an truk kontainer menjadi sekitar 4.000-an konainer. Bahkan ada yang menyebutkan hingga 7.000-an kontainer.

Akibat obesitas layanan R/D kontainer di NPCT-1 tersebut membuat jantung logistik di Tanjung Priok-pun sempat terhenti, bahkan dampak kemacetan menyebar luas ke sejumlah titik wilayah di Jakarta.

Saat dikonfirmasi Logistiknews.id pada Rabu pagi (23/4/2025) melalui telpon selulernya, Ketua DPD (Caretaker) Aptrindo DKI Jakarta, Dharmawan Witanto membenarkan asosiasinya telah menerima surat pengajuan klaim perusahaan truk anggotanya untuk disampaikan kepada NPCT-1.

“Tahap awal ini, diperkirakan ratusan perusahaan truk akan mengajukan [klaim] tersebut. Hari ini juga kami sampaikan secara resmi ke NPCT-1,” ungkap Akong panggilan akrab Dharmawan.

Diketahui bahwa pada Rabu ini (23/4/2025) mulai pukul 10.00 Wib, juga akan ada Rapat Koordinasi dalam rangka membahas kemacetan parah di Tanjung Priok Jakarta Utara, bertempat di aula kantor Polres Tanjung Priok. KSOP Tanjung Priok,

Manajemen Pelindo, Manajemen Terminal Petikemas di Pelabuhan Priok, Pengelola Depo Kontainer, Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Truk dan sejumlah instansi serta stakeholders terkait juga dilibatkan dalam rapat kordinasi tersebut.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *