Pelaku Usaha Dorong Konektivitas Pelabuhan & Logistik Asean

  • Share
Focus Group Discussion (FGD) & Press Confrence dalam rangka akan dilaksanakannya Kegiatan Seminar dan Pameran 'Asean Port and Logistics 2025', di Jakarta pada Rabu (18/6/2025).[photo:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori]

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku bisnis disektor Kepelabuhanan dan Logistik mendorong peningkatan konektivitas Asean melalui transformasi layanan pelabuhan dan logistik yang lebih efektif dan efisien

Group Head Business Development and Strategic Alliance PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Bobby Hardian menegaskan, untuk lebih mengefisiensikan layanan logistik dan memperkuat konektivitas itu maka fasilitas pelabuhan-pelabuhan juga idealnya terkoneksi dengan wilayah industri.

“Selain orientasi jangka panjang, pelabuhan mesti terintegrasi dengan hinterland atau dukungan wilayah industrinya,” ujar Bobby pada acara Focus Group Discussion (FGD) & Press Confrence dalam rangka akan dilaksanakannya Kegiatan Seminar dan Pameran ‘Asean Port and Logistics 2025’, di Jakarta pada Rabu (18/6/2025).

Asean Port and Logistics 2025 Exhibition and Conference yang diselenggarakan oleh Pelindo dan didukung oleh The Chartered Institute of Logistics and Transport Indonesia (CILTD-ID) itu akan berlangsung  pada 1-3 Juli 2025 di JW Marriot Hotel Jakarta.

Bobby menambahkan, penyiapan fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dengan hinterland sebagaimana yang dilakukan Pelindo  saat menyiapkan fasilitas pelabuhan di Java Integrated & Industrial Port Estate (JIIPE) Gresik, dan Terminal Kijing di Mempawah Pontianak Kalimantan Barat agar bisa menampung kapal-kapal berukuran besar.

“Jadi pelabuhan tersebut kita bangun betsama dengan kawasan Industrinya,” ujarnya.

Dia memaparkan, bagaimana upaya yang telah dilakukan oleh Pelindo dalam menurunkan port stay di pelabuhan-pelabuhan kawasan timur Indonesia dari yang sebelumnya 3 hari dan kini hanya tinggal 1 hari.

Kemudian, mengintegrasikan fasilitas pelabuhan Tanjung Priok dengan akses Tol Cibitung-Cilincing untuk mendongkrak kinerja logistik dan kelancaran arus barang dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Saat ini kami juga sedang siapkan pembangunan untuk akses langsung New Priok Container Terminal One (NPCT-1)  yakni yang kami sebut NPEA (New Priok Eastern Acces) yang ditargetkan selesai 2026 atau 2027,” paparnya.

Iman Gandi, Presdir The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT), pada FGD itu justru menyoroti situasi ekonomi dan geopolitik global menyusul imbas konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel.

Kendati begitu, Iman berharap situasi geopolitik di Timur Tengah itu tidak berdampak signifikan di kawasan Asia Pasifik.

“Kalau di rute Timur Tengah mitra dagang kita dan aktivitas logistik kita tidak banyak harusnya tidak banyak berimbas terhadap aktivitas logistik di Asia Pasifik. Meskipun begitu kita perlu bersiap memitigasi segala kemungkinan-kemungkinan yang berpotensi terjadi kedepannya akibat konflik di Timur Tengah itu,” ucap Iman.

Sedangkan, Muhammad Willy dari Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) mendorong agar para pelaku/operator pelabuhan di Indonesia termasuk Pelindo sebagai BUMN dapat lebih berkiprah di kancah global.

Pameran Asean Port & Logistic 2025

Confrence Director Transport Event, Ajay Haridas mengungkapkan, sebagai acara dagang tahunan terbesar dibidang pelabuhan dan logistik di kawasan Asean, bahwa Asean Port and Logistics 2025 Exhibition and Conference, akan mempertemukan para pemimpin industri, pengambil keputusan dan akademisi untuk membahas perkembangan global dan regional terbaru yang membentuk perdagangan dan investasi.

Dia mengatakan, program konfrensi itu akan menampilkan 35 pembicara internasional yang kompeten untuk mendorong inovasi dan masa depan transportasi dan logistik.

Photo Bersama Usai Focus Group Discussion (FGD) & Press Confrence dalam rangka akan dilaksanakannya Kegiatan Seminar dan Pameran ‘Asean Port and Logistics 2025’, di Jakarta pada Rabu (18/6/2025).

Acara ini juga diperkirakan akan menarik lebih dari 400 peserta termasuk pejabat pemerintah; eksekutif di sektot maritim dan logistik, pemilik kargo, pelabuhan, perusahaan pelayaran, freigh forwarder serta para pengambil keputusan utama dalam pengadaan dan manajemen rantai pasok dari seluruh kawasan Asean.

Selain konfrensi, pameran dagang juga akan menjadi peluang komersial utama bagi 50 perusahaan peserta untuk menampilkan produk dan layanan terbaru mereka kepada audiens yang terlibat dan berpengaruh.

“Para peserta pameran akan memiliki kesempatan untuk membangun hubungan bisnis, inovasi terbaru dan memposisikan merek mereka disalah satu pasar logistik dengan pertumbuhan tercepat didunia,” ujar Ajay.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *