LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha forwarder dan logistik menyatakan, ketersediaan buffer truk logistik untuk kelancaran implementasi terminal booking system (TBS) di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
“TBS juga perlu mengintegrasikan data-nya di semua terminal (Terminal Data System) dengan Terminal Fisik (Terminal Petikemas dan Buffer Area) harus sinkron. Selain itu SLA/SLG-nya, berapa lama waktu pelayanan truk dari mulau masuk terminal hingga keluar ?,” ujar Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim, kepada Logistiknews.id pada Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, buffer tersebut sebagai tempat menunggu sementara untuk trucking sebelum Terminal Booking System (TBS). Disamping itu perlunya kesepakatan service level agreement/service level guaranted (SLA/SLG) untuk menndorong penerapan TBS di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.
“Jadi sangat diperlukan buffer disisi timur maupun barat pelabuhan Priok. Tetapi buffer bukan tempat parkir Truk tetapi hanya untuk truk menunggu sementara.Jadi TPB itu juga mesti mengakomodir kepentingan dunia usahanya, bukan kepentingan pelabuhan semata,” ucap Adil
Adil mengatakan, implementasi TBS yang dilakukan selama ini di Tanjung Priok hanya bersifat mengatur keluar masuk truk di Terminal namun belum mengakomodir kepentingan pelaku usahanya dalam hal ini pemilik barang, perusahaan logistik maupun trucking. “Mengatur TBS itu jangan di kaitkan dengan billing terminal,” paparnya.
Go-Live
Sebagaimana diketahui, pada 17 Agustus 2025, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok melakukan go-live atau implementasikan terminal booking system di pelabuhan Tanjung Priok.
TBS hadir sebagai salah satu upaya pengendalian trafik truk di area pelabuhan sehingga dapat terjadi keseimbangan jumlah truk yang datang. Melalui sistem TBS ini, para pengguna jasa dapat memilih slot waktu kedatangan truk sesuai kapasitas layanan terminal.
Adapun TBS di Pelabuhan Priok diberlakukan secara bertahap, di mana prinsip utamanya truck booking sebelum ke pelabuhan dan tidak ada pinalti pelarangan bila truk datang lebih cepat atau lebih awal.
Pada fase 1 ini akan dilakukan edukasi agar terbiasa untuk melakukan booking di sistem, jika sudah 60 persen maka akan diimplementasikan fase 2, dimana akan menggunakan portal aplikasi bersama untuk terminal booking system.
Selama fase 1 juga akan dilakukan evaluasi dalam pelaksanaanya, dan telah disiapkan dashboard yang dapat menunjukan persentase kedatangan truk ke Pelabuhan dengan kategori early, ontime, late.
Implementasi sistem TBS ini juga diharapkan akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, operasional pelabuhan yang efisien dan pengurangan emisi kendaraan di area pelabuhan.[am]













