Aptrindo Ungkap Order Angkutan Logistik via Priok Sepi, Kenapa ?

  • Share
Dharmawan Witanto/ Akong.

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha trucking di Pelabuhan Tanjung Priok mengaku sedang alami sepinya order pengakutan atau receiving dan delivery (R/D) barang maupun petikemas dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Dharmawan Witanto mengungkapkan sepinya order angkutan barang tersebut mulai dirasakan sejak memasuki awal bulan November ini.

“Temen-temen trucking di Priok juga merasakan hal yang sama (lagi sepi) order. Kami belum mengetahuu apakah lesunya perdagangan global maupun domestik, atau karena faktor lainnya,” ujar Dharmawan yang akrab disapa Akong, kepada Logistiknews.id pada Selasa siang (11/11/2025).

Dia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, bahwa biasanya kegiatan pengangkutan barang dan logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok sudah mulai ramai saat memasuki bulan November dan berlanjut hingga akhir tahun.

“Biasanya kan (aktivitas logistk) di Pelabuhan Priok mulai ramai kalau setiap memasuki November. Apalagi ada menjelang moment kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tetapi kok ini berbeda, kondisinya sekarang sepi. Banyak truk nganggur di garasi dan enggak operasional lantaran sepi order,,” ucap Akong.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknewsmid, adapun rata-rata yard occupancy ratio (YOR) di Jakarta International Container Terminal (JICT) per Selasa (11/11/2025) yakni 50%, TPK Koja 31%, IPC TPK Internasional (OJA) 38%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 38% bok.

Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 69%, IPC TPK Domestik (Temas) 25%, IPC TPK Domestik (009) 23%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 50%, IPC TPK Domestik (DHU) 35%

Selain itu, YOR di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 35%, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) 37%, Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) 30% dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 36%.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *