Libur Nataru Usai, Angkutan Logistik Normal Lagi Besok

  • Share
Ketua Aptrindo DKI Jakarta, Dharmawan Witanto

LOGISTIKNEWS.ID- Periode pembatasan operasional angkutan barang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berakhir hari ini, dan besok Senin 5 Januari 2026 semua aktivitas truk angkutan barang dan logistik akan berjalan normal seperti biasanya.

Tanggung jawab kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan, termasuk di Pelebahun Tanjung Priok menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya oleh manajemen Pelabuhan, tetapi juga seluruh entitas bisnis yang terlibat didalamnya maupun di luar pelabuhan.

“Banyak perusahaan truk di Jakarta lebih memilih tidak operasional saat periode pembatasan angkutan barang tersebut. Truk banyak di garasi, tetapi besok (Senin) mungkin normal lagi, aktivitas lagi layani order,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Dharmawan Witanto, kepada Logistiknews.id, pada Minggu (4/1/2026).

Dia-pun berharap tidak terjadi kemacetan atau kepadatan krgiatan receiving maupun delivery (R/D) dari dan ke pelabuhan Tanjung Priol, pasca Nataru. “Ya, harapannya semua berjalan lancar,” ungap Akong (panggilan akrab Dharmawan).

YOR dan R/D

Berbagai upaya untuk memperlancar arus barang dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu-pun terus dilakukan. Bahkan telah disepakati ambang batas yard occupancy ratio (YOR) maupun parameter receiving dan delivery (R/D) agar tidak lagi terjadi kemacetan parah seperti beberapa waktu lalu.

Bahkan saat ini, pelabuhan Tanjung Priok telah mendeklair atau go-live implementasi terminal booking system (TBS).

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, bahwa parameter harian R/D di Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 4.500 bok/hari,  Terminal Petikemas (TPK) Koja 2.000 bok, IPC TPK Internasional (OJA) dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.500 bok.

Adapun parameter R/D harian di IPC TPK Domestik (MSA) dan IPC TPK Domestik (Temas) 2.000 bok, IPC TPK Domestik (009) sebanyak 800 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.500 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 1.500 bok.

Selain itu, parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 1.200 bok, PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Multipurpose 350 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 750 bok.

Sedangkan di Terminal Khusus Mobil atau Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) parameter harian R/D-nya sebanyak 1.500 unit.

Selama Januari s/d 30 Desember 2025, arus kapal yang dilayani di pelabuhan Tanjung Priok mencapai 14.163 unit atau setara 149,95 juta gross tonnage (GT)

Sedangkan arus petikemas selama periode itu mencapai 8,3 juta twenty foot equivalent units (TEUs) atau setara 5,69 juta box. Untuk arus barang non-petikemas tercatat sebanyak 21,51 juta ton, dan arus kendaraan mencapai 860 ribu unit, serta arus penumpang 492.826 orang.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *