LOGISTIKNEWS.ID– PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) perlu memikirkan kembali upaya pembenahan infrastruktur jalan di dalam area pelabuhan Tanjung Priok guna meminimalisir potensi banjir yang akhir-akhir ini terjadi akibat tingginya curah hujan maupun rob (kenaikan pasang air laut).
“Di sejumlah titik yang serimgkali tergenang banjir seperti akses pos 9, jalan Banda, akses ke terminal 3 Priok maupun ke TPFT Graha Segara, perlu dilakukan peninggian jalan supaya tidak lagi tergenang banjir yang bisa menghambat pergerakan angkutan logistik,” ujar Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta, Adil Karim, kepada Logistiknews.id, pada Senin siang (12/1/2026).
Sebagaimana diketahui, curah hujan yang cukup tinggi sejak Senin dinihari (12/1/2026) hingga Senin siang hari ini membuat sejumlah titik di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, tak luput dari banjir dengan ketinggian genangan air rata-rata 5 hingga 20 cm.
Banjir juga menggenagi sejumlah ruas jalan yang menjadi akses atau jalur distribusi dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu, seperti di ruas jalan Cakung Cilincing, Martadinata, Jampea Jalan Raya Pelabuhan dan Jalan Yos Sudarso. Akibatnya kemacetan lalu lintas tak bisa dihindari dan banyak truk logistik alami hambatan yang hendak masuk maupun keluar pelabuhan Priok.

Sementara itu, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menyampaikan informasi prakiraan cuaca kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan dan pegawai pelabuhan sebagai bentuk upaya mitigasi risiko dan keselamatan operasional.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca maritim di wilayah Teluk Jakarta pada 12–15 Januari 2026 diprakirakan didominasi oleh angin barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 8–14 knot, disertai potensi hembusan angin (wind gust) hingga 27 knot pada waktu tertentu.
Tinggi gelombang signifikan diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,4 meter, yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayanan kapal dan bongkar muat.
Layanan Pelabuhan Normal
Berdasarkan pemantauan di lapangan, genangan dan banjir memang terjadi di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sebagaimana juga terjadi di berbagai titik lain di Jakarta.
“Namun hingga saat ini kondisi di dalam area operasional pelabuhan tetap terkendali dan seluruh aktivitas kepelabuhanan, termasuk bongkar muat dan layanan terminal tetap berjalan normal dan lancar,” ujar Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok , Yandri Trisaputra, melalui keterangan resminya pada Senin (12/1/2026).
Dia juga mengimbau kepada pengguna jasa kepelabuhanan agar senantiasa memperhatikan informasi cuaca terkini dan informasi trafik lalu lintas serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.

Disisi lain, kata Yandri, para operator kapal dan terminal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan angin dan gelombang. Serta kepada seluruh pegawai pelabuhan agar tetap mematuhi prosedur keselamatan kerja serta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami mohon maaf atas pelayanan yang agak tertunda akibat kondisi cuaca saat ini dan kami terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, KSOP, Bea & Cukai, Polres Pelabuhan dan pihak terkait lainnya guna memastikan kelancaran serta keselamatan operasional pelabuhan karena Keselamatan dan Kelancaran Pelayanan merupakan prioritas utama kami.” ucap Yandri.
YOR Terkendali
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, per 12 Januari 2026 pukul 08.00 Wib, bahwa rata-rata tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di pelabuhan Tanjung Priok relatif terkendali yakni dikisaran 26% s/d 68%.
Rincianya, rerata YOR di JICT tercatat 50%, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 37% bok, IPC TPK Internasional (OJA) 50%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 50%, IPC TPK Domestik (MSA) 58%, IPC TPK Domestik (Temas) 68%, IPC TPK Domestik (009) 26%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 41%, IPC TPK Domestik (DHU) 51%.
Kemudian, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 49%, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 37%, Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) 29%, Terminal Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) 41%, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 54%.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian wilayah DKI Jakarta hujan ringan pada Senin (12/1/2026 ) pagi hingga malam.[am]












