LOGISTIKNEWS.ID- Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, menjadi barometer kelancaran arus barang dan logistik. Karenanya hambatan apapun di pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama ekspor impor itu mesti diminimalisir.
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, pada Sabtu pagi (4/4/2026), terdapat 20 kapal yang dijadwalkan melaksanakan bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok hari ini.
Yakni, sebanyak 3 kapal di Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan bongkar 1.308 bok dan muat 2.375 bok. Kemudian 1 kapal di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja dengan bongkar 896 bok dan muat 1.117 bok.
Selain itu, di IPC TPK (internasioanal) OJA ada 1 kapal dengan bongkar 129 bok dan muat 485 bok. Adapun di IPC TPK (domestik) MSA 1 kapal dengan muat 304 bok, IPC TPK (domestik) Temas 3 kapal dengan bongkar 425 bok dan muat 1023 bok, serta IPC TPK Domestik (009) 1 kapal.
Sedangkan di IPC TPK (domestik) Adipurusa ada 3 kapal dengan bongkar 956 bok dan muat 336 bok, dan IPC TPK (domestik) DHU ada 1 kapal dengan muat 613 bok.
Kemudian New Priok Container Terminal One (NPCT-1) ada 3 kapal dengan bongkar 1.749 bok dan muat 1.814 bok. Selain itu di PTP Multipurpose 1 kapal dan Prima Nur Panurjwan 2 kapal.
Adapun rata-rata yard occupancy ratio (YOR) di terminal pelabuhan Tanjung Priok hari ini relatif aman yakni 16% s/d 59%.[am]













