LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Provisnsi Jawa Barat (ALFI Jabar) mendukung sepenuhnya terhadap kebijakan strategis pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, sebagaimana yang diwacanakan DPN.
Ketua Umum ALFI Jawa Barat Irfan Hakim menilai, bahwa langkah ini merupakan momentum penting dalam mendorong pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.
“ALFI Jawa Barat siap mendukung dari sisi logistik dan rantai pasok, baik dalam memastikan kelancaran distribusi barang, kesiapan jaringan transportasi darat, hingga integrasi dengan kawasan industri di Jawa Barat,” ujar Irfan kepada Logistiknews.id, Senin (12/4/2026).
Dia optimistis, dengan posisi strategis Kertajati yang berada di kawasan pengembangan industri Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati), penguatan peran bandara ini diyakini akan membuka peluang besar bagi pengembangan air cargo hub baru di Indonesia.
ALFI Jawa Barat juga mendorong adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator bandara, serta pelaku usaha logistik agar proses pengalihan ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi biaya logistik nasional.
“Kami melihat Kertajati bukan hanya sebagai alternatif bandara penumpang, tetapi sebagai pusat pertumbuhan logistik baru yang akan memperkuat daya saing Indonesia,” ucap Irfan.
ALFI Jawa Barat, juga berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan kesiapan ekosistem logistik yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam mendukung transformasi tersebut.

Sementara itu, Pelaku bisnis logistik / praktisi air freight, Andriansyah turut memberikan tanggapan dengan hadirnya Bandara Internasional Kertajati, khususnya pengiriman melalui udara tidak hanya meningkatkan efisiensi konektivitas dan memperpendek jarak antara Jawa Barat dengan berbagai provinsi lain di Indonesia.
“Lebih dari itu, juga berperan strategis sebagai gerbang ekspor bagi para pelaku usaha di Jawa Barat untuk menjangkau pasar internasional,” ungkap Andriansyah.
Sebelumnya dikabarkan, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) akan menyampaikan hasil kajian terkait wacana pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke BIJB Kertajati kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pembahasan tersebut dilakukan setelah melakukan kajian dan menghimpun masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta pemangku kepentingan.
Sejauh ini, keberadaan BIJB Kertajati memiliki potensi besar karena infrastruktur yang telah tersedia, meski pemanfaatannya belum optimal.[am]













