Aktivitas Logistik Kalbar Diproyeksi Tumbuh 5%, Kinerja MTI Pontianak Ikutan Moncer

  • Share
Pelayanan MTI di lini 2 Pelabuhan Pontianak Kalimantan Barat.

LOGISTIKNEWS.ID- Kegiatan logistik di Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) diproyeksi tumbuh 4% hingga 5% pada tahun ini menyusul makin meningkatnya pergerakan arus barang dan logistik melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak maupun di Pelabuhan Kijing, mempawah Kalbar.

Hal itu dikemukakan Ketum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Pontianak, Dharmayadi, bahwa proyeksi peningkatan itu sudah nampak dari pergerakan arus logistik hingga kuartal pertama tahun ini di Kalbar.

“Khusus di kalbar ini potensi logistiknya semakin meningkat, dan kita harapkan akan semakin meningkat, seperti yang di harapkan juga oleh Pelindo Pontianak dan tentunya sebagai pengusaha logistik kami mendukung hal itu,” ujar Dharma, kepada Logistiknews.id, pada Jumat (2/5/2025).

Dia mengungkapkan, selama ini aktivitas di pelabuhan Pontianak relatif lancar dan tidak ada masalah krusial. “Hanya saja, dengan sistem baru dari pihak instansi Karantina yang sedikit ada kendala lantaran membutuhkan waktu proses yang lebih lama dari sebelumnya,” ujar Dharmayadi.

Ketua ALFI Pontianak Kalbar, Dharmayadi

Ketum ALFI Pontianak itu juga berharap adanya penambahan unit alat bomgkar muat petikemas atau container crane (CC) yang baru untuk menambah produktivitas pelayanan peti kemas di pelabuhan itu.

“Kita berharaf  Pelindo dapat menambah juga unit untuk container crane-nya, agar pelaksanaan bongkar muat petikemasnya lebih efisien, cepat dan lancar,” ucap Dharma.

Kinerja MTI Tumbuh

Sementara itu, PT Multi Terminal Imdonesia (MTI) area Pontianak, optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional dan produktivitas layanan logistik untuk di pelabuhan Dwikora Pontianak maupun di Kijing-Mempawah Kalbar.

Manajer Area PT MTI Pontianak, Wahyu Tridjaya didampimgi Supervisor Penunjang MTI Pontianak Febriora  Noordiansyah, saat ditemui di Pontianak pada Jumat (2/5/2025) mengungkapkan, optimistis layanan logistik di Kalbar pada tahun ini tumbuh.

Manajer Area PT MTI Pontianak, Wahyu Tridjaya didampimgi Supervisor Penunjang MTI Pontianak Febriora Noordiansyah (kanan)-photo:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori

Bahkan sampai dengan bulan Maret 2025 saja, MTI area Pontianak telah menghandle kegiatan penumpukan di lini 2 Dwikora Pontianak hingga 142.000 twenty foot equivalent units (TEUs).

“Saat ini keberadaan MTI di Pontianak jugq sebagai pendukung kegiatan atau buffer lini 2 terhadap aktivitas terminal petikemas Pontianak. Dilini 2 tersebut kami juga mengoperasikan 2 unit Rich Stacker” ucap Wahyu.

Wahyu menegaskan, pihaknya akan terus fokus mencari pasar baru untuk mendongkrak kinerja logistik yang dihandle MTI Pontianak.

Sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), pada tahun 2025 MTI Pontianak  ditargetkan bisa menangani produksi 597.000 TEUs, atau lebih besar dibanding produksi tahun 2024 yang tercapai 586.052 TEUs.

“Kami optimis target itu bisa tercapai. Apalagi produksi petikemas di TPK Pontianak juga semakin membaik, jadi kami pasti bisa untuk mencapai produksi yang ditargetkan sesuai RKAP itu,” ujar Wahyu.

Hingga kini, PT MTI area Pontianak mengelola lapangan penumpukan petikemas kawasan lini dua pelabuhan Pontianak, sehingga jika kegiatan di terminal petikemas Pontianak meningkat, aktivitas di MTI pun ikut terdongkrak.

“Karena MTI sebagai supporting untuk sisi darat alias transporter saja, dengan dukungan armada truk sebanyak 30 unit,” ucap Wahyu.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *