TMAS Bagikan Dividen 40% dari Laba 2025 & Targetkan Pendapatan 2026 Tumbuh 27%

  • Share
Jajaran Direksi Perseroan dan Direksi Anak Usaha, Saat Paparan Publik Usai Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).[dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori]

LOGISTIKNEWS.ID – Emiten jasa transportasi laut (armada kapal & kontainer), PT TEMAS Tbk (kode saham “TMAS”) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 228miliar.

Jumlah ini setara dengan Rp 4 per lembar saham atau sekitar 40% dari laba bersih Tahun Buku 2025.

Direktur Utama PT TEMAS Tbk – Ricky Effendi, mengatakan Perseroan memiliki kebijakan di mana dividen kas akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.

Sesuai kebijakan Perseroan, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih tahun berjalan adalah 30% apabila laba bersih melebihi Rp30 miliar.

“Untuk Tahun Buku 2025, besaran dividen telah mendapatpersetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” kata Ricky dalam Paparan Publik usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).

Ricky mengungkapkan, menghadapi tahun 2026, Perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan, berbagai langkah strategis seperti penambahan/peremajaan armada baru dan pengembangan kapal ramah lingkungan terus dilanjutkan.

Untuk tahun 2025, Perseroan juga telah menambah netto 7 armada kapal baru yang mendorong peningkatan kapasitas angkutan sebesar 17%.

Adapun total armada kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 twenty foot equivalent units (TEUs) dan bobot mati 464.701 DWT. Selain itu, rata-rata usia armada juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025.

Perkuat Ekspansi 

Direktur Business Development PT TEMAS Tbk, Ganny Zheng mengatakan, Perseroan terus memperkuat ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional.

“Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026,” ujar Ganny Zheng.

Sebagian besar capex akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.

“Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan,” ucapnya.

Ganny menambahkan, Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026.

Selain itu, terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang.

Tumbuh 27%

TMAS juga menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh lebih dari 27% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 yang mencapai Rp4,34 triliun.

Untuk mendukung target tersebut, Perseroan akan mengoptimalisasi ekspansi kapasitas yang telah dijalankan bertranformasi menjadi mesin-mesin pertumbuhan Perseroan, salah satunya dengan pembukaan rute baru dan meningkatkan load factor setiap armada.

Public Expose Tahunan PT Temas Tbk

Pilar strategi yang telah dicanangkan pada tahun sebelumnya dipercaya akan membangun efisiensi biaya. Mesin pertumbuhan bekerja lebih optimal dampak dari operasional yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Ketahanan ini memastikan bahwa “mesin pertumbuhan” tetap bisa berputar stabil dalam jangka panjang dan dapat memberikan pertumbuhan berkelanjutan untuk para pemangku kepentingan.

“Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama Perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional,” tambah Ricky.

Terkait perkembangan geopolitik global, imbuhnya, Perseroan tetap mawas diri dan senantiasa akan terus mencermati, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Meski hal ini tidak berdampak langsung terhadap bisnis TMAS, namun kondisi geopolitik internasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas harga bahan bakar dandinamika rantai pasok global,” ucapnya.

Kinerja Stabil

Ditengah berbagai tantangan yang ada, kinerja 2025 TMAS berhasil mencatatkan kinerja yang stabil.

Total pendapatan jasa tercatat sebesar Rp4,34 triliun, naik tipis 0,1% atau sekitar Rp4 miliar dibandingkan tahun 2024.

Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan segmen pendapatan domestik yang naik menjadi Rp4,13 triliun atau tumbuh 2,5% dari Rp4,03 triliun pada tahun 2024.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun 2025 tercatat sebesar Rp553 miliar, turun 23,3% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp722 miliar.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya laba pelepasan aset tetap yang signifikan pada tahun 2024 yang tidak berulang di 2025, serta tekanan volatilitas harga bahan bakar bunker yang menekan marjin kotor menjadi Rp797 miliar dari Rp900 miliar di tahun sebelumnya.

Sedangkan aset perusahaan tercatat tumbuh dengan sangat baik. Dimana total aset meningkat 19,9% menjadi Rp5,29 triliun dari Rp4,41 triliun pada tahun 2024, mencerminkan solidnya posisi keuangan Perseroan dan besarnya potensi pertumbuhan ke depan.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *