LOGISTIKNEWS.ID- PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari/DKB (Persero) melakukan serah terima kapal LCT Mekar Kharisma kepada manajemen PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma, di galangan 1 DKB Jakarta pada Sabtu (13/12/2025). Serah terima tersebut juga dalam rangkaian kegiatan tasyakuran PT DKB yang ke 35 Tahun yang juga isi dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu, serta bantuan kemanusiaan (donasi) untuk korban bencana di Sumtera.
Dalam sambutannya, PLT Dirut DKB Rudolf Valintino mengatakan, bahwa hari ini, tidak hanya merayakan perjalanan cukup panjang dan pencapaian PT.Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) yang genap berusia 35 tahun, tetapi juga sekaligus menyaksikan acara serah terima kapal LCT 1500 DWT kepada PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma.
Dia mengatakan, selama 35 tahun pasca merger antara PT Dok & Perkapalan Tanjung Priok, PT Pelita Bahari, PT Kodja & PT Galangan Nusantara menjadi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari bukanlah waktu yang singkat.
“Ini adalah perjalanan yang penuh dinamika dan tantangan. Sejak didirikan, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari memiliki mandat penting sebagai agen pembangunan nasional, khususnya ikut mendukung dalam memajukan industri galangan kapal nasional di negeri,” ujar Rudolf.
Di usia DKB yang cukup matang ini, Rudolf juga mengajak merefleksikan kembali visi dan misi PT DKB untuk menyediakan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, serta berupaya mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai badan usaha milik negara ini.
“Pencapaian hari ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan sinergi luar biasa dari seluruh insan di jajaran PT Dok Dan Perkapalan Kodja Bahari. Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan seluruh karyawan, serta mitra kerja yang telah berkontribusi baik kepada Perusahaan ini,” tutur Rudolf.

Rudolf menambahkan, dengan serah terima satu unit kapal LCT 1500 DWT kepada PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma ini, maka secara keseluruhan ini kapal yang ke 4 yang dipesan PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma kepada PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari.


Proyek pembangunan kapal ini merupakan bukti nyata kemampuan industri galangan kapal nasional, dalam hal ini PT Dok Dan Perkapalan Kodja Bahari, untuk memenuhi kebutuhan armada pelayaran swasta di Indonesia.
Rudolf mengatakan, pembangunan kapal ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan perwujudan kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Negara dan sektor swasta. Dan ini menunjukkan kepercayaan tinggi PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma terhadap kapasitas dan kualitas produk dalam negeri.
“Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma dalam memperkuat konektivitas maritim dan logistik di nusantara,” ucapnya.
Kepada manajemen PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma, PT DKB juga mengucapkan selamat atas penambahan armada barunya yang ke 4 yang dipesan di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari.
“Kami yakin kapal ini akan beroperasi optimal, efisien, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma dan juga Supply Chain perekonomian nasional.

Dia juga menegaskan komitmen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar lagi bagi kemajuan Indonesia.
“Kami siap menghadapi tantangan masa depan dan terus menjadi lokomotif pertumbuhan disektor Industri Galangan Kapal & Industri Maritim.Terima kasih untuk semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” tutup Rudolf.
Direktur Utama, PT Pelayaran Mekarsejati Kharisma, Adi Prasetya Ang, investasi kapal LCT tersebut menelan sekitar Rp.40 Milyar.
“Ini kapal ke empat yang kami bangun di DKB. Semuanya berjalan lancar. Kami juga tidak banyak komplain dalam proses pembangunan ini,” ujar Adi.

Turut hadir pada kesempatan itu, yang mewakili Whitney selaku Managing Director PT. Danantara Asset Management, Komisaris Utama PT. Danareksa (Persero) Ahmad Helmy Faishal Zaini, dan yang mewakili Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset.
Selain itu, dihadiri Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, yang Mewakili Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kepala Cabang Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Tanjung Priok, Komisaris Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Sudarmoko, Komisaris PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Choirul Sholeh Rasyid, dan Ketua Umum ASDEKI Mustafa Kamal Hamka.[am]













