Jelang IMLEK: Pengusaha Truk Logistik Sumringah, Order Angkutan Tumbuh

  • Share
Truk Kontainer Melintasi jalur distribusi di Pelabuhan Tanjung Priok, belum lama ini.(photo:Logistiknews.id)

JAKARTA,Logistiknews – Pengusaha truk logistik mengakui adanya pertumbuhan order menjelang Hari Raya Imlek/Chines New Year 2573 yang jatuh pada awal Februari 2022 mendatang.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, geliat aktivitas trucking itu lantaran peningkatan pengangkutan barang-barang konsumsi menjelang Imlek.

Kendati begitu, Gemilang belum bisa merinci berapa besar pertumbuhannya. Namun, kata dia, order aktivitas trucking dari dan ke pelabuhan ekspor impor termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok dirasakan bergerak naik.

“Kami rasakan sejak awal bulan Januari tahun ini sudah bergerak naik. Produktivitas trucking cukup sibuk, hampir disemua pelabuhan di Indonesia. Bahkan di Pelabuhan Tanjung Priok padat dan seringkali jalur aksesnya dari dan ke pelabuhan itu mengalami kemacetan,” ujar Gemilang, kepada Logistiknews.id, pada Senin (24/1/2022).

Gemilang mengungkapkan, sejak akhir tahun lalu atau memasuki kwartal ketiga 2021 usaha trucking berangsur membaik dari sebelumnya akibat sepinya muatan imbas melemahnya perdagangan lantaran Pandemi Covid-19.

“Namun kini sudah membaik, mudah-mudahan kondisi perdagangan ekspor impor maupun domestik bisa terus tumbuh meskipun Pandemi Covid 19 belum berakhir dengan adanya varian baru Omicron,”paparnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumunkan bahwa secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2021 mencapai US$231,54 miliar atau naik 41,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52 persen.

Sedangkan untuk impor pada tahun 2021, yakni menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Desember 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$5.529,5 juta (37,73 persen), bahan baku/penolong US$44.174,2 juta (42,80 persen), dan barang modal US$4.924,1 juta atau 20,77 persen.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *