LOGISTIKNEWS.ID- Sejumlah berita menjadi perhatian pembaca Logistiknews.id dalam sepekan terakhir. Diantaranya, Dukungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memacu ekosistem industri halal didalam negeri.
Selain itu, Kinerja Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang moncer di awal tahun 2025, dimana menangani bongkar muat melebihi target yang ditetapkan, dengan menangani 120.857 TEUs atau capaian 101,61% dibandingkan target. Kinerja ini didukung oleh capaian kinerja penanganan arus peti kemas internasional dengan capaian 102,84% dibandingkan target.
Kemudian, rencana pengembangan fasilitas gudang curah kering di Pelabuhan Belawan oleh Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) menyusul kian bertumbuhnya volume komoditi itu pelabuhan tersibuk di Sumatera Utara tersebut. Berikut rangkumannya.
Memacu Industri Halal, Bidik Market Global
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Andi Rizaldi, mengemukakan, instansinya berkomitmen meningkatkan daya saing industri halal melalui berbagai program strategis, termasuk standardisasi, sertifikasi halal, serta fasilitasi inovasi dan teknologi bagi pelaku industri dalam negeri.
Apalagi, industri halal memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik di pasar domestik maupun global. Merujuk pada data yang dirilis dalam State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) edisi 2023/2024, konsumsi produk halal global diperkirakan mencapai USD2,4 triliun pada tahun 2024 dan diproyeksi menembus USD3,1 triliun pada tahun 2027.
Oleh karena itu, ujarnya, Indonesia berpeluang besar menjadi hub atau pusat industri halal dunia, yang merupakan bagian tujuan master plan industri halal Indonesia.
“Apalagi, Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Melalui potensi ini, kami bertekad mendukung penguatan ekosistem industri halal dengan memastikan penerapan standar halal yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Andi, melalui keterangan pers-nya dikutip Minggu (23/2/2025).
Dia menegaskan, Kemenperin terus berperan aktif dalam mendorong penguatan industri halal di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global.
Sebagai langkah nyata, BSKJI Kemenperin telah melakukan berbagai inisiatif melalui unit-unit kerja di bawah binaannya, seperti penyediaan layanan sertifikasi halal, pengembangan laboratorium pengujian halal, serta peningkatan kapasitas industri melalui pelatihan dan konsultansi.
Bahkan BSKJI juga terus mendorong Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di bawah naungan Kemenperin untuk lebih memaksimalkan potensi layanan yang beragam dengan cakupan pemeriksaan nasional dan internasional.
“Kami optimistis bahwa upaya-upaya ini dapat mempercepat pertumbuhan industri halal nasional dan meningkatkan ekspor produk halal Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Andi.
Dia memaparkan, guna mendukung upaya tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar, salah satu unit kerja di bawah BSKJI Kemenperin, resmi meraih status LPH Utama setelah menerima Sertifikat Akreditasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Pencapaian ini menandai langkah penting bagi BBSPJIHPMM dalam memberikan layanan sertifikasi halal yang lebih luas dan terpercaya,” ucapnya.
Lembaga ini juga siap melayani pemeriksaan halal pada skala industri kecil dan menengah hingga industri besar.
Adapun ruang lingkup sektor industrinya, antara lain makanan dan minuman, produk kimiawi, barang gunaan, serta berbagai layanan jasa seperti pengemasan, pendistribusian, penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, penjualan, hingga penyajian.
Kinerja Terminal Petikemas Surabaya, Moncer
Di awal tahun 2025, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menangani bongkar muat melebihi target yang ditetapkan, dengan menangani 120.857 TEUs atau capaian 101,61% dibandingkan target.
Kinerja ini didukung oleh capaian kinerja penanganan arus peti kemas internasional dengan capaian 102,84% dibandingkan target.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, capaian arus peti kemas di TPS pada Januari tahun 2025 ini terkoreksi 6,8%, dengan kontribusi koreksi pada capaian arus petikemas internasional 3,9% dibandingkan Januari 2024.
Hal ini merupakan konsekuensi atas libur Chinese New Year (CNY) yang menyebabkan sejumlah kapal, terutama yang berasal dan menuju China, tidak beroperasi untuk sementara waktu.

Perbandingan arus peti kemas antara ekspor dan impor pada Januari tahun 2025 adalah 48% (55.527 TEUs) untuk peti kemas ekspor dan 52% (59.392 TEUs) untuk peti kemas impor.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, arus peti kemas impor tahun 2025 meningkat 1%. Prosentase impor 51% merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 60.662 TEUs.
Sebaliknya, arus peti kemas ekspor terkoreksi 1%. Arus peti kemas ekspor pada Januari tahun 2024 tercatat sebanyak 58.885 TEUs.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo mengungkapkan bahwa TPS terus melakukan upaya berkelanjutan dalam menangani bongkar muat peti kemas, baik internasional maupun domestik.
Di antara, kata dia, upaya berkelanjutan tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif, termasuk menguatkan penerapan standarisasi, dalam hal ini termasuk melakukan kegiatan operasi berbasis planning & control, melanjutkan journey digitalisasi serta melakukan inisiatif efisiensi.
“Kami bersyukur dapat mencapai target throughput di awal tahun 2025 ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Pemegang Saham dan akan terus melakukan upaya guna pencapaian yang lebih baik setiap waktu”, ungkapnya, pada Rabu (26/2/2025).
Dari sisi kinerja bongkar muat, TPS juga mencatat peningkatan yang signifikan, dengan capaian 50 box/ship/hour, melampaui kinerja bongkar muat yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di Surabaya (48 box/ship/hour).
TPS tetap masih memimpin perolehan market share dengan prosentase 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.
Pengembangan Gudang Curah Kering di Belawan
Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) akan menambah kapasitas terminal curah kering di Pelabuhan Belawan, Medan Sumatera Utara dengan cara menambah atau perluasan gudang curah kering hingga bisa menampung 1,5 juta ton.
Branch Manager SPMT Belawan, Khoiruddin Lubis, mengatakan Pelabuhan Belawan merupakan salah satu cabang SPMT yang memiliki kinerja terbaik dengan menangani berbagai komoditi antara lain; cruide palm oil (CPO),Methanol, Aspal, Soya Bean Meal, Cangkang, Semen, Wire Rope, Coil, dan Rubber Box.
“Saat ini kami sedang menggagas penambahan kapasitas terminal curah kering di pelabuhan Belawan. Adapun kapsitas gudang eksisting untuk curah kering saat ini 1 juta ton curah. Pasca dikembangkan (gudangnya) nantinya akan menjadi 1, 5 juta ton,” ujar Khoiruddin saat ditemui di kantornya di Belawan, pada Kamis (27/2/2025).

Dia menargetkan, pengembangan terminal curah kering di Pelabuhan Belawan oleh SPMT itu bisa diwujudkan tahun ini juga.
“Sekarang masih on progres terkait perizinan dan yang lainnya. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa terealisasi,” ucap Khoiruddin.
Disamping itu, imbuhnya, SPMT Branch Belawan juga berencana meningkatkan kegiatan multipurpose dengan mengusulkan dermaga Citra di pelabuhan Belawan untuk bisa menjadi dedicated layanan komoditi curah cair.
“Sebelumnya dermaga Citra itu lebih banyak melayani kayu log, dan curah cair. Namun kedepan hanya untuk dedicated curah cair,” ucapnya.
Saat ini, ada 35 perusahaan bongkar muat (PBM) yang tercatat aktif beraktivitas di pelabuhan Belawan.
“Kami juga tetap menjalin komunikasi dan harmonisasi dengan para PBM-PBM tersebut,” ujar Khoiruddin.[red]












