Priok bakal Terapkan TBS, Ini Respon ALFI

  • Share
Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim SE, CPSCM

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha logistik di Tanjung Priok medesak perlu disiapkan buffer atau tempat menunggu sementara untuk trucking sebelum Terminal Booking System (TBS) serta kesepakatan service level agreement/service level guaranted (SLA/SLG) sebelum TBS diterapkan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Perlu buffer disisi timur maupun barat pelabuhan Priok. Tetapi buffer bukan tempat parkir Truk tetapi hanya untuk truk menunggu sementara.Jadi TBS itu juga mesti mengakomodir kepentingan dunia usahanya, bukan kepentingan pelabuhan semata,” ucap Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim kepada Logistiknews.id, pada Sabtu (9/8/2025).

Adil mengatakan, sosialisasi TBS yang dilakukan selama ini di Tanjung Priok hanya bersifat mengatur keluar masuk truk di Terminal. Semestinya mengakomodir juga kepentingan pelaku usahanya dalam hal ini pemilik barang, perusahaan logistik maupun trucking.

“Mengatur TBS itu (jangan kaitkan) dengan billing terminal,” ucap Adil Karim.

Sosialisasi

Dalam upaya meningkatkan silaturahmi dan koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan serta kelancaran arus barang dan penataan kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mengadakan kegiatan Coffee Morning yang dihadiri oleh para stakeholder di ruang Serbaguna Museum Maritim Indonesia berkolaborasi bersama KSOP Utama Tanjung Priok.

Dalam sambutannya, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi antar seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok dimana acara ini dikemas secara informal sehingga seluruh pihak dapat langsung berinteraksi.

Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan improvement dalam layanan, melakukan evaluasi secara berkala serta upaya-upaya lainnya dalam penataan lalu lintas kendaraan demi meningkatkan layanan kepada pengguna jasa.

Selain penataan lalu lintas di Pelabuhan, acara ini juga menjadi wadah sosialisasi sekaligus diskusi mengenai rencana implementasi Terminal Booking System (TBS) Tahap 1.

TBS hadir sebagai salah satu upaya pengendalian trafik kendaraan khususnya truk di area pelabuhan, keterbatasan lahan parkir, hingga ketidakseimbangan jumlah truk yang datang dalam waktu bersamaan. Melalui sistem TBS ini, para pengguna jasa dapat memilih slot waktu kedatangan truk sesuai kapasitas layanan terminal.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto menyambut baik perluasan sistem digital ini. Ia menyebut penerapan TBS sebagai langkah strategis dalam mendukung digitalisasi logistik nasional, sekaligus bagian dari implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Dalam pemaparannya mengenai TBS, Rino Wisnu Putro menjelaskan bahwa TBS akan mulai diberlakukan secara bertahap, di mana prinsip utamanya truck booking sebelum ke pelabuhan, slot waktu booking terbagi dalam 3 slot dalam 1 hari dan Tidak ada pinalti pelarangan bila truck datang lebih cepat atau lebih awal.

Target utama TBS tahap 1 ini yaitu mengedukasi pengguna jasa petikemas di pelabuhan priok untuk melakukan booking sebelum truck menuju pelabuhan, mendapatkan data behaviour pengguna jasa truck peti kemas sehingga dapat menjadi evaluasi dan peningkatan pada sistem TBS tahap berikutnya.

Selain itu, implementasi sistem yang di rencanakan go live pada tanggal 17 Agustus 2025 ini juga diharapkan akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, operasional pelabuhan yang efisien dan pengurangan emisi kendaraan di area pelabuhan, ujar Rino.

EGM Pelindo Regional Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Dalam sambutannya EGM Pelindo Regional Tanjung Priok Yandri Trisaputra juga turut menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus melakukan peningkatan layanan khususnya penataan lalu lintas kendaraan.

Coffee Morning ini juga menjadi momen silaturahmi antara Pelindo dengan para stakeholder, sekaligus membuka ruang masukan dan diskusi agar layanan jasa kepelabuhanan dan implementasi TBS ke depannya dapat berjalan optimal.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *