ALFI Jawa Barat Dorong Ketahanan Logistik Daerah, Patimban & Kertajati Jadi Simpul Utama

  • Share
Ketua ALFI Jawa Barat, Irfan Hakim.

LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Barat menegaskan, Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati berperan strategis menjadi simpul utama distribusi maupun aktivitas ekspor dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Karenanya, pelaku usaha logistik diharapkan tidak terus bergantung pada jalur logistik Jakarta dan Tanjung Priok, lantaran Jawa Barat kini sudah memiliki infrastruktur besar seperti Patimban dan Kertajati, yang harus di optimalkan menjadi pusat logistik berbasis industri maupun usaha mikro, kecil dan menengah/UMKM.

“Untuk itu, ALFI Jabar akan fokus dalam membangun ketahanan Logistik, khususnya di Jawa Barat,” ujar Ketua ALFI Jabar, Irfan Hakim, dalam Rakor DPW ALFI Jawa Barat di Bandung, pada Kamis (21/8/2025).

Dia juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan logistik daerah sebagai respon terhadap volatilitas global yang mempengaruhi rantai pasok nasional. Untuk bisa fokus pada ketahanan logistik tersebut, diperlukan tiga langkah strategis yang mesti dilakukan.

Pertama, Diversifikasi Jalur Distribusi, yakni dengan mendorong pemanfaatan Patimban sebagai pelabuhan ekspor utama, khususnya untuk komoditas otomotif, tekstil, dan produk UMKM. Selain itu, penguatan konektivitas 36 kawasan industri di Jawa Barat yang tersebar dari Bekasi, Karawang, Majalengka hingga Cirebon dan daerah lain di Jawa Barat.

Kedua, Kolaborasi Pelaku Logistik, yaitu dengan menginisiasi konsolidasi antar forwarder dan pemilik gudang untuk mempermudah jalur pengiriman lintas zona industri.

Ketiga, Peningkatan Efisiensi Pelayanan, yakni menyusun rencana digitalisasi layanan logistik termasuk pelacakan kargo, sistem dokumen ekspor-impor, dan edukasi SDM logistik.

Tantangan dan Arah Ke Depan

Irfan juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi, seperti keterbatasan konektivitas darat langsung ke pelabuhan baru, biaya distribusi yang masih tinggi, serta rendahnya utilisasi angkutan balik (backhaul).

Namun demikian, dia menegaskan bahwa langkah-langkah ALFI Jabar akan terus diarahkan untuk mendorong insentif logistik regional, mendukung UMKM agar terhubung ke pasar global, dan menjadi mitra strategis pemerintah dan sektor industri dalam membentuk ekosistem logistik yang tangguh dan berdaya saing.

“Kami tidak hanya melihat logistik dari sisi teknis. Ini adalah urat nadi ekonomi Jawa Barat. Ketika logistik efisien, perdagangan tumbuh, industri bergerak, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ucap Irfan.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *