Jelang Nataru, Aktivitas Logistik di Jateng Menggeliat

  • Share
Ketua Umum DPW ALFI Jateng dan DIY, Teguh Arif Handoko.

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha logistik mengungkapkan, menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), aktivitas logistik di Jawa Tengah (Jateng) meningkat. Hal itu ditandai dengan geliat ekspor impor melalui terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejak awal bulan ini.

“Bahkan sekarang ini order truk trailer untuk pengangkutan petikemas sudah dirasakan sulit karena trucking telah full order hingga awal tahun depan,” ujar Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah, Teguh Arif Handoko saat ditemui Logistiknews.id di Semarang pada Kamis malam (18/12/2025).

Dia berharap, kegiatan logistik selama Nataru di Jawa Tengah lancar tanpa kendala dengan dukungan komitmen bersama seluruh stakeholders dan pelaku bisnis terkait agar dapat beroperasi 24/7.

“Harapannya aktivitas di depo lini 2 diluar pelabuhan yang menjadi penyangga layanan ekspor impor melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga bisa beroperasi 24/7, dan juga melayani lembur untuk menambah kecepatan bongkar muat kontainer impor ekspor sehingga perputaran kebutuhan trucking dapat lebih tersedia,” jelasnya.

Teguh Arif mengungkapkan, ALFI Jateng dan DIY juga telah berkirim surat terkait permohonan ijin lembur kepada perusahaan depo kontainer di Semarang melalui Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Jawa Tengah guna mengantisipasi lonjakan volume kontainer serta untuk memastikan kelancaran pergerakan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas.

“Kami mohon kiranya depo-depo kontainer di wilayah Semarang dapat menerapkan jam operasional lembur mulai pukul 24.00 hingga 04.00 WIB selama periode Nataru. Adapun terkait biaya lembur, kami sampaikan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab pengguna jasa, sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan yang berlaku di masingmasing depo,” ucap Teguh Arif.

ALFI Jateng juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada depo-depo kontainer yang selama ini telah memiliki kebijakan dan kesiapan dalam menerapkan jam operasional lembur, sehingga turut berkontribusi dalam menjaga kelancaran ekspor impor dan pelayanan kepelabuhanan.

Daya Tarik Investasi

Teguh Arif mengungkapkan, aktivitas logistik di Jawa Tengah yang alami pertumbuhan saat ini lantaran meningkatnya daya tarik investasi, termasuk bertambahnya pelaku industri di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Jadi memang saat ini Jawa Tengah banyak diminati investor (industri) sehingga pergerakan logistik dan rantai pasok ikut tumbuh,” ucap Ketum ALFI Jateng.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Lutfi mengatakan pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan logistik di Jateng, untuk mendongkrak investasi dan ekonomi Jawa Tengah.

“Saat ini, Investasi di Jateng sudah hampir mencapai Rp 66,8 Triliun. Ini karena Jateng menarik dari sisi keamanan tidak ada konflik. Selain itu, proses perizinan juga sangat baik, baik yang PMA maupun PMDN serta dari sisi tenaga kerja sangat kompetitif,” ujar Gubernur Jateng saat menyaksikan Pengukuhan Pengurus BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah Petiode 2025-2030, di Semarang Jateng pada Kamis pagi (18/12/2025).

Gubernur Jateng menegaskan, semua potensi ini harus digarap sebaik-baiknya dengan seluruh stakeholders, termasuk pelaku usaha terkait dalam rangka meningkatkan perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari- Oktober 2025 impor di Jateng didominasi bahan baku industri, barang modal dan barang konsumsi. Untuk komoditas impor nonmigas di Jateng meliputi mesin/peralatan, mekanis/elektrik, tekstil dan produk tekstil (TPT) serta plastik dan barang dari plastik.

Negara asal impor non migas meliputi China, Asean, Amerika Serikat, Hongkong dan Brazil. Sedangkan negara tujuan ekspornya antara lain; Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda dan Korea Selatan [am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *