LOGISTIKNEWS.ID- Dampak kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini sudah sangat dirasakan oleh pelaku usaha, termasuk para importir nasional.
Kondisi tersebut juga semakin membebani dunia usaha lantaran sejumlah regulasi di dalam negeri yang tidak pro bisnis, seperti halnya adanya aturan pembatasan oleh Kementerian terkait menyangkut pergerakan angkutan barang pada momen-momen Hari Raya Keagamaan, seperti Lebaran/Idul Fitri.
“Ongkos angkut kapal atau freigh saat ini sudah naik. Bahkan freigh dari Cina ke Indonesia sekarang naik sekitar 40% akibat situasi geopolitik global karena perang di Timur Tengah,” ujar Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Capt Subandi, dalam sambutannya usai mengukuhkan Jajaran Kepengurusan BPD GINSI Jawa Timur (Jatim) Masa Bakti 2026-2031, di Surabaya Jatim pada Kamis (9/4/2026).
Dia juga mengingatkan agar pelaku usaha khususnya importir dapat lebih jeli membaca tantangan dan peluang di tengah kondisi perekonomian dan geopolitik global yang tidak menentu saat ini.
Meskipun disisi lain, imbuh Subandi, tekanan mata uang rupiah terhadap dollar juga semakin hari semakin kuat meskipun Pemrintah Pusat sudah menggelontorkan devisa untuk menstabilkan nilai tukar mata uang garuda tersebut, tetapi masih juga keteteran.
“Belum lagi kebijakan pemerintah di dalam negeri yang mengorbankan industri dalam negeri seperti pembatasan angkutan barang yang berakibat pemilik barang terkena demurage yang jumlahnya tidak sedikit,” papar Subandi.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan S.Hut. MM berpesan supaya GINSI Jatim mampu menjadi motor.penggerak dalam menumbuhkan perekonomian wilayah maupun nasional.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GINSI Jawa Timur Hana Beladina Lutfifi, mengatakan pihaknya akan menjadikan GINSI Jatim berdaya saing dalam mendorong perekonomian Jatim maupun nasional.
GINSI harus hadir memberi kepastian, pemahaman, dan perlindungan bagi anggotanya dalam menjalankan kegiatan impor secara legal dan efisien.
Karenanya, Bela menyatakan akan lebih fokus meningkatkan pemahaman anggota terhadap aturan importasi yang terus berkembang, serta mendorong terwujudnya kelancaran pengeluaran barang impor yang lebih efisiensi daya saing importir di Jawa Timur.
“Kami akan membentuk tim khusus untuk memantau hambatan di lapangan dan mendorong pemanfaatan teknologi seperti EDI agar proses lebih cepat dan transparan,” ujarnya.
GINSI Jatim di bawah kepemimpinan Bella juga akan aktif menjalin hubungan strategis dan menerapkan komunikasi dua arah dengan instansi terkait mulai dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Perindustrian.
Tak hanya itu, Bella berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi perizinan impor yang penting untuk memangkas birokrasi yang berbelit.
Program prioritas lainnya, kata Bela, adalah peningkatan pemahaman anggota terkait kewajiban laporan impor lantaran transparansi dan kepatuhan adalah fondasi utama keberlangsungan usaha.
“Untuk mendukung hal tersebut, GINSI Jatim akan menyediakan pelatihan khusus, template laporan, hingga membentuk tim audit internal,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Hana Belladina Lutfifi terpilih sebagai Ketua BPD GINSI Jawa Timur untuk periode lima tahun mendatang setelah melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-X BPD GINSI Jatim pada pertengahan Januari 2026 lalu.[am]













